Serunya Rafting di Kali Progo Magelang

Progo Rafting
Progo Rafting

Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, famtrip Jateng bulan September lalu berisikan kegiatan-kegiatan outdoor yang bikin napas tersengal-sengal, berkeringat, memicu adrenalin, dan bahkan penampakan misterius dari dunia lain. Sama satu lagi: bikin betis berurat karena berdiri 3 jam menonton Parade Seni Budaya Jawa Tengah di Magelang.

Rangkaian keseruan famtrip yang diadakan Dinbudpar Jawa Tengah ini dalam rangka mempromosikan beberapa destinasi wisata Jawa Tengah yang keren-keren banget. Seperti Lanjutkan membaca “Serunya Rafting di Kali Progo Magelang”

Iklan

Menapak Tilas Cinta & Rangga di Gereja Ayam

Bagian kepala merpati Gereja Ayam
Bagian kepala merpati Gereja Ayam

Ketika gelap mulai memudar dan hijau pepohonan mulai tampak jelas dari atas bukit Punthuk Setumbu, kilatan kecil berwarna putih berkelap-kelip di tengah hutan. Kilatan itu berasal dari atas sebuah bangunan yang berbentuk gundukan berwarna abu-abu dengan pancang-pancang runcing melingkarinya.

Ketika remang menghilang, makin terlihatlah bangunan abu-abu itu. Terlihat kecil sekali, ada beberapa orang yang bergerak di atasnya. Pancang-pancang runcing itu memagari mereka seperti susunan mahkota. Kilatan-kilatan tadi pastilah dari Lanjutkan membaca “Menapak Tilas Cinta & Rangga di Gereja Ayam”

Menanti Matahari Terbit di Punthuk Setumbu

Candi Borobudur dilihat dari Punthuk Setumbu pada pukul 6 pagi.
Candi Borobudur dilihat dari Punthuk Setumbu pada pukul 6 pagi.

Aku terbangun oleh suara keriut dari ranjang sebelah. Pasti Bang Fahmi sudah terjaga dan bersiap untuk berangkat. Itu berarti waktu sudah menunjukkan pukul empat subuh dan aku pun harus bangun dan bersiap-siap juga. Tapi mataku masih terasa perih untuk dinyalangkan. Rasanya baru terlelap beberapa saat tadi dan sekarang harus bangun lagi. Bau kapuk bantalku masih amat kuat membiusku  untuk bisa menegakkan punggung.

Lima menit kemudian, aku mendengar pula seorang laki-laki memasuki rumah kecil yang kami tumpangi itu dan menyuruh untuk bersiap-siap. Bus penjemput akan segera datang. Mau enggak mau aku menarik Lanjutkan membaca “Menanti Matahari Terbit di Punthuk Setumbu”

Umbul Ponggok Klaten – Sensasi Snorkeling di Air Tawar #PesonaJawa Tengah

Kepastian sebagai peserta famtrip HUT Provinsi Jawa Tengah yang ke 66 dan tiket kereta pergi pulang Jakarta-Semarang sudah di tangan. Kusimpan baik-baik cetakan tiket di dalam ransel yang nanti akan kubawa ke sana. Setelah packing, aku mendekap ransel yang menjadi penuh berisi kamera, beberapa charger, pakaian, dan perlengkapan ‘perang’ lainnya sembari membayangkan perjalanan santai yang menyenangkan. Tapi apa yang terjadi selama famtrip ternyata beyond my expectations! :D Lanjutkan membaca “Umbul Ponggok Klaten – Sensasi Snorkeling di Air Tawar #PesonaJawa Tengah”

Mendadak (Sok) Bijak di Gunung Sikunir

Pertemuan dengan kawan-kawan baru sore itu tidak sebegitu mendebarkan meski kelimanya adalah perempuan single. Senyumku makin memanjang beberapa sentimeter ke atas ketika mengenal Vero di tengah gerombolan cewek-cewek lain yang semuanya memanggul ransel besar di punggung. Kalah besar dari ransel yang aku bawa.

Keempat kawan baruku ini adalah Sue, Lily, Sur, dan Santi. Aku dan Vero sendiri memang sudah berteman sejak di Pangkalpinang, Bangka. Kami berenam segera melipir masuk ke warung. Bermangkok-mangkok mie ongklok dan cenil dan beberapa gelas teh panas memenuhi meja makan. Aku asyik melihat mereka makan dengan takjub. Apalagi saat ada yang menambah cenil untuk kedua kali.

Leuser Coffee juga ikut wefie di Dieng!

Karena aku tiba lebih awal dari mereka, maka aku bertugas mencari penginapan. Tapi di masa liburan sekolah di bulan Desember tahun lalu, semua penginapan penuh. Meski musim hujan begini, tetap saja kerumunan pejalan bertambah hampir setiap jamnya. Syukurlah seorang pemilik homestay yang aku datangi memberi solusi menginap di rumah anaknya karena homestay beliau juga penuh. Pada musim liburan, apalagi pada akhir minggu, susah sekali mendapatkan kamar kosong di penginapan murah seperti Penginapan Bu Djono di Dieng. Yang homestay saja dengan harga perkamar ratusan ribu saja penuh! Berkat bantuan Ibu tadi, aku mendapatkan satu kamar di rumah anaknya, Ibu Istikomah. Satu kamar cukuplah untuk kami berenam. Ada dua kasur untuk para cewek dan… sepetak lantai untukku. Beralaskan selimut tebal yang hangat dan nyaman, aku tidur nyenyak malam itu.

Sebelum tidur, kami sudah deal dengan seorang kerabat Bu Istikomah, untuk mengantarkan kami ke kaki Gunung Sikunir besok subuh menaiki mobilnya. Pukul 3 dinihari, kami berangkat. Jarak dari rumah ke Sikunir aku perkirakan sekitar kurang lebih dari 8 kilometer. Tapi di tengah perjalanan ternyata banyak juga yang berjalan kaki. Mereka beriringan di pinggir jalan memegangi senter dari hp untuk menerangi jalan di depan yang gelap gulita.

Lanjutkan membaca “Mendadak (Sok) Bijak di Gunung Sikunir”