Keliling Kuala Lumpur dalam Waktu 2 Hari? Siapa Takut!

Berniat liburan ke Kuala Lumpur, Malaysia? Yuk segera kemasi kopermu. Banyak destinasi menarik yang sayang untuk dilewatkan selama kamu berlibur di sana. Buat kamu yang ingin mengunjungi Malaysia dengan rentang waktu liburan yang singkat, yakni 2 hari 1 malam, kami merekomendasikan tempat-tempat ini.

1. Batu Caves

Awali liburanmu dengan mengunjungi Batu Caves. Di sana kamu akan menikmati pemandangan dari kuil Hindu yang berada di atas bukit nan hijau. Di depan pintu masuk kuil, terdapat patung Lord Murugan setinggi 42,7 meter berdiri gagah menjulang dengan warna emas. Lokasinya sendiri terletak 12 km dari Kuala Lumpur. Kamu bisa dengan mudah mencapai Batu Caves dengan menaiki kereta dari KL Station dan berhenti di Batu Cave KTM Station. Harga tiketnya sekitar 1 RM sekali jalan atau setara dengan Rp 3.500. Lama perjalanan hanya 30 menit saja. Mudah, cepat, murah! Oh iya, butuh usaha lebih untuk naik ke kuil ini. Mengapa? Karena adanya 272 anak tangga yang harus dinaiki. Namun, itu sebanding dengan pemandangan kuil di dalam gua sungguhan yang cantik. Hati-hati, di sepanjang tangga banyak monyet usil yang kadang suka melancarkan aksinya dengan meloncat di tengah jalanmu. Maka dari itu, sebaiknya kamu pergi pagi hari ke sana karena energi yang dibutuhkan lumayan besar. Sekali-kali olahraga ngga papa kan?
Lanjutkan membaca “Keliling Kuala Lumpur dalam Waktu 2 Hari? Siapa Takut!”

Iklan

Gowes di Putrajaya

Putrajaya adalah pusat administrasi baru negara Malaysia yang menggantikan Kuala Lumpur yang mulai mengalami traffic jam. Kota ini berdiri pada tanggal 19 Oktober 1995 dan menghabiskan biaya sebesar US$ 8,1 milyar. Proyek raksasa ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara.

Putrajaya menarik dikunjungi karena arsitektur perkantorannya yang menakjubkan. Arsitektur bangunan-bangunannya dipengaruhi oleh budaya Islam, Melayu dan Eropa. Bangunan-bangunan megah menghiasi kota baru ini yang dibangun di areal seluas 49 km2. Uniknya lagi, kota Putrajaya dibangun di atas pulau dengan sungai buatan yang mengelilinginya. Tapi mereka menyebutnya Tasik yang berarti danau.

Salah satu cara untuk menikmati kota Putrajaya pada siang hari adalah dengan bersepeda. Seperti partisipan Malaysia Tourism Hunt (MTH) 2013 pada bulan September lalu. Sebanyak 20an partisipan menggowes sepeda bersama pesepeda yang bekerja di sini mengelilingi taman di pinggir sungai. Meski rutenya tak terlalu panjang tapi cukup menyenangkan.

Taman-taman teduh nan hijau, jogging track yang nyaman dan bangunan-bangunan tak jemu dipandang tidak hanya dibangun untuk kepentingan perkotaan saja. Tapi juga supaya para pegawai-pegawai kantor yang harus pindah dari KL agar betah tinggal di sini. Dan, tentu saja untuk dapat menarik perhatian turis yang menyukai arsitektur seperti Kak Wulan ini. :D

mth-25 mth-19

Tanpa terasa, kami sudah bersepeda sejauh 4 km dari Kantor Perbadanan dan mengitari Taman Ekuistrian Putrajaya di pinggiran sungai. Seorang pemandu bercerita kalau dulu hanya ada dua  lokang atau sungai kecil saja di tempat ini. Karena pembangunan Putrajaya, lokang itu dibendung hulunya agar bisa diperbesar hingga selebar lebih dari 50 meter saat ini.

Putrajaya map

Gedung-gedung yang tidak boleh kamu lewatkan jika ke Putrajaya adalah Kantor Perdana Menteri di Perdana Putra, Kompleks Perbadanan Government, Kompleks Ministry of Finance, Istana Kehakiman, dan Mesjid Putra.

mth-23

Bagian dalam Kantor Perbadanan dengan latar belakang Istana Kehakiman.

mth-20 mth-29

Pada malam hari, kamu bisa mengikuti tour Cruise Tasik Putrajaya sambil menikmati makan malam dan pemandangan lampu-lampu kota. Cek paket-paket menarik dan harganya di SINI.

mth-31

Bagaimana caranya ke Putrajaya?

Naik ERL dari KL Sentral ke Putrajaya & Cyberjaya, harga tiket RM9.50.

Lalu sambung dengan menaiki bus Nadiputra ke tujuan dengan tiket seharga RM0.50.

Makan di mana?

Makanan murah dan lumayan terkenal di Putrajaya adalah Selera Putra yang letaknya berdekatan dengan Mesjid Putra. Food court ini menjual berbagai makanan khas Malaysia dan buka setiap hari dari jam 10 hingga 7 malam dan 9 malam pada akhir minggu. Pilihan kedua terletak agak jauh dari Mesjid Putra. Yaitu Medan Selera yang berada di Presint 8, harus menyeberangi jembatan Seri Wawasan dulu tapi di sini menjual lebih banyak jenis makanan dan lebih murah. Tempat ini beroperasi pada jam 12.30 siang sampai 10.30 malam.

Menginap di mana?

Aku menyarankan lebih baik menginap di kawasan Bukit Bintang di Kuala Lumpur karena banyak tersedia hostel jika kamu traveling on budget. Artinya kamu harus pergi-pulang dan memperhatikan benar-benar dan menyesuaikan alokasi waktu untuk jalan-jalan, makan, dan lain-lain dengan jadwal kereta dari terminal Putrajaya ke KL Sentral.

Bila punya banyak waktu dan uang, aku merekomendasikan satu hotel yang pernah aku tempati ketika mengikuti MTH 2013 yaitu The Everly Hotel yang beralamat di Jalan Alamanda No. 1, Presint 1. Hotel ini letaknya bersebelahan dengan Alamanda Shopping Mall. Bagi yang senang shopping dan nonton bioskop, kamu berada di tempat yang benar..  :)

Pergi Untuk Datang Lagi

Pertama kali membuka mata pada pagi itu, yang langsung kuingat adalah: boarding pass untuk balik ke Aceh! Jam menunjukkan pukul 6 pagi waktu Malaysia. Sial. Aku kembali menarik selimut tapi tidak kembali tidur. Rasanya enggan untuk bangkit untuk bersiap-siap check-out dari Vivatel, sebuah hotel bintang 4 di Kuala Lumpur.

1-mss4-1

Seriously, meninggalkan tempat liburan adalah salah satu perkara pelik dalam hidup. Seperti seorang kriminal yang diseret ke tiang gantungan. Mau nggak mau ya harus kembali pulang ke tanah air.

Aku tiba di lobi 15 menit kemudian dengan ransel di punggung dan shopping bag berisi penuh brosur-brosur dari sponsor dan beberapa oleh-oleh dari Klang. Lanjutkan membaca “Pergi Untuk Datang Lagi”

Nuansa India di Kuala Lumpur dan Selangor – Day 3 (end)

Sebelum keberangkatan kita ke Malaysia, kita bertiga sepakat untuk mengunjungi Batu Caves dan Melaka. It’s a must, kata Ulan. Kesepakatan ini diambil ketika di bandara, sesaat sebelum berangkat. Sedangkan lama waktu yang kita tunggu sampai di hari H keberangkatan itu lebih dari 6 bulan! Keinginan mengunjungi Batu Caves ini sendiri baru terwujud di hari ketiga setelah kita pulang dari Melaka.

Dewa Murugan, Batu Caves.

Lanjutkan membaca “Nuansa India di Kuala Lumpur dan Selangor – Day 3 (end)”

Malam Pertama di Kuala Lumpur – Day 1

Setahun yang lalu aku hanya bisa melihat Petronas Tower dari balik kaca jendela bus yang terjebak macet di Kuala Lumpur dalam perjalanan menuju Ampang.  Itu adalah hari terakhir aku berada di Malaysia untuk mengikuti My Selangor Story di tahun 2010. Sebuah kompetisi blog selama seminggu yang closing ceremonynya super keren dari atas bukit Ampang dengan pemandangan Kuala Lumpur di malam hari.

Ya, setahun yang lalu. Kenangan pertama aku di luar negeri tersebut tak mungkin bisa luput dari ingatan. Kegembiraan di hari keberangkatan dari Bandara Polonia, melewati imigrasi di Bandara Sultan Abdul Azis Shah (Subang) dan bertemu dengan para Lanjutkan membaca “Malam Pertama di Kuala Lumpur – Day 1”