Melepas Rindu Pada Lamreh

Aku sedang membongkar kembali foto-foto lama di folder. Berharap bisa menemukan ide menulis untuk blog yang mulai berjelaga ini dengan mengenang masa lalu. Mataku tertumbuk pada beberapa foto yang membuat ingatan kembali ke lokasi foto diambil: Lamreh.

Puluhan foto-foto itu membangkitkan kembali kenangan ke tahun 2011 silam. Pada gampong yang hanya kutinggali selama tiga bulan. Meski terbilang singkat, gampong Lamreh ini istimewa bagiku. Selain karena sejarah tentang Kerajaan Lamuri yang hilang ratusan tahun sebelum pasukan Inong Balee menguasai Krueng Raya, Lamreh telah memberikan pelajaran penting bagaimana bertahan hidup untuk pertama kalinya.

Jalan raya Lamreh yang tampak asri jika hujan lama tak turun.
Jalan raya Lamreh yang tampak asri jika hujan lama tak turun.

Lanjutkan membaca “Melepas Rindu Pada Lamreh”

Iklan

Pulau Weh dari Krueng Raya

1-DSC_0131Nun jauh di seberang sana, Pulau Weh tampak misterius dengan warna biru gelap dari atas bukit karang tandus di Krueng Raya, Aceh Besar. Kerinduanku ingin kembali menjelajahi Pulau Weh sedikit terobati dengan berjalan-jalan di bukit karang ini.

 

Ngeramein ulang tahun Aceh Blogger yang kedua di Ujong Batee

Alhamdulillah… Setelah penat yang menyerang setelah ikut ujian cpns di stadion Lampineung, nungguin hujan reda selama setengah jam sambil mondar-mandir dan ngebiarin darah mengalir ke seluruh tubuh setelah sempat terhambat karena duduk terus selama 2 jam lebih-akhirnya aku bisa menghirup udara segar. Aroma udara setelah hujan bikin segar sampai ke dalam kepala.

Hujan lebat berganti dengan gerimis tipis. Ga peduli lagi deh dengan basah, yang penting keluar dari stadion yang ‘mengancam’ itu. Pulang ke rumah sebentar, keluarin alat-alat ‘perang’ dari dalam ransel, masukin handuk dan kolor (ga kepake juga).

Langsung saya tancap gas ke Krueng Raya. Lumayan jauh juga sih pantainya tapi kapan pernah jarak jadi masalah buat saya? Hoho… Kalo buat ke pantai, sejauh apapun, pasti saya datangi kalo emang ada kesempatan. Berhenti sebentar di mesjid, zuhur trus lanjut lagi. Ga nyampe tiga puluh menit akhirnya saya nyampe juga di lokasi rekreasi pantai Ujong Batee.

(doh) sebelumnya saya nyasar! Saya salah masuk jalan yang ternyata itu lokasi perumahan pelabuhan sepertinya. Haha…

Bayar tiga ribu deh buat masuk ke lokasi. Jalan pelan-pelan dengan motor meutuah saya sambil celingak-celinguk liatin keramaian. Di kepala sih udah ngebayangin beberapa wajah yang dikenal. Tapi kok ga ketemu-ketemu juga ya?Ini jalannya saja sudah 500 meter. Eh ternyata mereka ngumpulnya di paling ujung.

Saya nemuin Baiquni dan kawan-kawan sedang lesehan di atas tikar. Bang Husni sedang makan nasi bungkus dan ngeliat saya langsung nawarin makan dalam bahasa aceh. Saya yang aslinya tidak begitu paseh (pasih) berbahasa Aceh cuma bisa menjawab seadanya : Jeut bang… :p

Sejam kemudian, Muda Bentara datang, wajah baru bangun tidur, persis seperti muka saya 4 jam yang lalu.  Haha…

Acara khususnya sendiri kita mulai sekitar setengah jam kemudian. Karena acaranya dari kita untuk kita jadi kesannya agak terbengkalai. Tapi acaranya malah gila seru!

Padahal nih ya, acaranya sederhana sekali. Idenya persis seperti acara tujuh belas agustusan! Lomba makan kerupuk dan tarik tambang! Tapi bagi saya acara ini sudah ngilangin semua beban di pikiran dan di badan setelah 2 jam lebih ngikutin ujian tadi pagi.

1Nah, saya ikut lomba makan kerupuk. Anginnya kencang dan kerupuk di depan muka melayang-layang. Gimana mau makannya coba? Ga akan bisa kalo ga dipegangin dulu. Haha..Emang dasar otak saya curang, tanpa merasa bersalah, saya pegangin talinya dan saya makan. Hahaha… Kawan di samping saya, Bang Fadli dan Liza juga berjuang. Tapi perjuangan Bang Fadli lah yang pantas diberikan penghargaan. Karena Liza juga tak tahan untuk tidak bermain curang. LMAO.

Nah, karena kadar kecurangan saya lebih berat maka saya dinobatkan sebagai juara ketiga, Liza juara kedua dan Bang Fadli lah yang jadi anak mudanya. Juara pertama!

2Next!

Tarik tambang!

Jumlahnya sih ga banyak. Masing-masing tim punya 6 orang anggota. Di tim kami, semua anggotanya kurus-kurus. Tapi sebelah lawan, postur tubuh mereka pada berisi semua.

Hmm…ronde pertama. Kami pasang formasi. Bang Fadli sebagai wasit garis, blogger cewek sebagai fotografer. Tarikan pertama (selama bertahun-tahun ga pernah) narik tambang terasa menyiksa kulit telapak tangan. Tapi semuanya jadi ga terasa karena kekompakan tim kitalah yang membawa keberhasilan tim. Walaupun postur tubuh kami yang tidak seberapa dibandingkan lawan, tapi semangat mampu membawa kami menjuarai lomba tarik tambang ini. Ronde kedua pun kami menangi lagi setelah mendapatkan perlawanan yang lumayan berat juga dari lawan. Check this out.

3

4Liat saja ekspresi kita di saat detik-detik terakhir sebelum kita diputusin menang oleh Wasit Fadli…

Setelah bagi-bagi hadiah, kita lesehan di atas pasir buat ngomongin beberapa hal untuk kemajuan Aceh Blogger yang pada hari itu menggenapi dua tahun usianya.

Emang sih belum banyak hal yang sudah kita lakuin, tapi tetap pada tujuan awal kita yaitu menyampaikan ilmu, memberikan pendidikan kepada masyarakat Aceh khususnya untuk mengenal dunia internet. Berharap masyarakat di lingkungan kita melek dengan dunia teknologi.

Dari diskusi singkat kita kemudian diputuskan beberapa poin yang dapat kawan-kawan adain nantinya. Yaitu :

  • ngadain pertemuan rutin berkala untuk sharing atau silaturahmi, rapat or something like that lah…
  • trus ngebedah tulisan-tulisan orang. Mungkin seperti review atau semacam itu.
  • kepikiran juga tuh dari Liza untuk ngasih award untuk bloggers  terhadap postingan atau yang berhubungan dengan aktivitas ngeblognya.
  • dan yang terakhir kita akan terus ngelakuin sosialiasi blog dan acehpedia, pelatihan blog dan kegiatan-kegiatan amal lainnya.

1Selesai diskusi, kita main-main lagi di pantai. Ada yang nendang bola, menulis di atas pasir, ada yang demo yoga, ada yang ngelanjutin diskusi dan ada yang berenang.

Nah, saya, Bang Husni dan (Bang) Adik Cilak berendam di dalam laut. Lumayan juga nih lautnya cuma sedalam dada dan masih bisa buat berenang. Saya yang ga bawa baju ganti nekad aja nyebur dengan pakaian lengkap. Celana panjang karet dan kaos.

Sungguh liburan yang menyenangkan.

Hahhh… Berada di antara kawan-kawan blogger membuat rasa kebersamaan semakin terasa. Jumlah kita yang memang ga seberapa yang hadir pada hari itu membuat saya seperti berada dalam sebuah keluarga yang utuh. Rumah tangga yang baru berusia dua tahun membuat kita lebih dekat. Sekalipun ada beberapa dari mereka yang belum saya kenal dekat. :)

Semoga Aceh Blogger terus aktif memberikan ilmu dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

BannerABChijau

Maju terus Aceh Blogger… Tebarkan perdamaian ke seluruh dunia…:)