Tag

Jawa Tengah
Aku terbangun oleh suara keriut dari ranjang sebelah. Pasti Bang Fahmi sudah terjaga dan bersiap untuk berangkat. Itu berarti waktu sudah menunjukkan pukul empat subuh dan aku pun harus bangun dan bersiap-siap juga. Tapi mataku masih terasa perih untuk dinyalangkan. Rasanya baru terlelap beberapa saat tadi dan sekarang harus bangun lagi. Bau kapuk bantalku masih amat kuat membiusku  untuk...
Read More
Bus tiba di Prambanan dua jam sebelum adzan subuh berkumandang. Hanya dua orang penumpang yang turun: aku dan Dion. Kawan yang kukenal di Pare ini adalah salah satu instruktur bahasa inggris di sebuah lembaga kursus di sana. Kami berdua menaiki bus berwarna kuning dari Bra’an jurusan Jogjakarta. Udara dingin menusuk hingga menembus lapisan kedua baju...
Read More
Aku, Santi, Lily, Sue, Sur, dan pemilik rumah yang kami tinggali, Bu Istikomah, duduk membentuk lingkaran dengan tungku perapian berisi bara berada di tengah. Kami duduk rapat-rapat pada bangku-bangku kecil di lantai dapur. Menghangatkan diri di dekat perapian setelah setengah hari hujan-hujanan. Perapian ini disebut Api-api oleh warga Dieng. Tungku api-api terbuat dari seng yang...
Read More
Pertemuan dengan kawan-kawan baru sore itu tidak sebegitu mendebarkan meski kelimanya adalah perempuan single. Senyumku makin memanjang beberapa sentimeter ke atas ketika mengenal Vero di tengah gerombolan cewek-cewek lain yang semuanya memanggul ransel besar di punggung. Kalah besar dari ransel yang aku bawa. Keempat kawan baruku ini adalah Sue, Lily, Sur, dan Santi. Aku dan Vero sendiri...
Read More
%d bloggers like this: