Malaysia Tourism Hunt 2013: Fly & Drive!

MTH2013LOGOTourism Malaysia kembali menggelar acara turisme menarik yang mengenalkan destinasi-destinasi andalan mereka kepada negara-negara Asean. Aku beruntung menjadi salah satu dari 80 peserta yang berasal dari Malaysia, Philipine, Thailand, Brunai, Singapore, Indonesia, dan termasuk juga negara Iran dan Italia.

Tahun 2013, Malaysia Tourism Hunt mengusung tema ‘Fly & Drive’. Para peserta dari luar negara diterbangkan ke Malaysia dengan maskapai Malaysia Airlines dan selama 6 hari berkonvoi dengan mobil Proton Preve dan Inspira menjelajah bagian selatan Malaysia.

mth-2

Berangkat dari Putrajaya sebagai pusat administrasi pemerintahan Malaysia dengan gedung-gedung berarsitektur megah dan ruang hijau yang menawan, 80 peserta yang terdiri dari media televisi, media cetak dan online, dan blogger dilepas menuju Sepang yang kemudian akan terus bergerak dan singgah di Port Dickson, Melaka, Muar, Kluang, Nusajaya, dan Johor Bahru.

mth

Menyambut Visit Malaysia 2014 dalam sambutan oleh YBhg Dato’ Hj. Azizan Noordin, Deputy Director Planning of Tourism Malaysia bahwa even Malaysia Tourism Hunt 2013 ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah visitor yang ditargetkan mencapai 28 juta orang dengan pendapatan hingga 78 milyar ringgit. Ini bukanlah target yang muluk bagi Malaysia. Karena setiap destinasi wisata di negara ini memiliki potensi yang menarik, unik, dan dikelola dengan serius. Even Malaysia Tourism Hunt 2013 ini adalah salah satu bukti keseriusan departemen pelancongan Malaysia untuk mencapai target tadi.

Ayo! Ikuti catatan perjalananku selama 6 hari mengikuti Malaysia Tourism Hunt 2013 menaiki Proton Inspira bersama tim Same-same yang beranggotakan Aku, Bang Firdaus dan Yap dari Malaysia, dan Kam dari Thailand. Fasten your seat belt. Keep calm, sit, and relax. :D

mth-4

Iklan

Wild Weekly Photo Challenge: Unusual

1-blangpanyang-0475

This afternoon, when i ride my bike to the hill again, I saw a farmer was ridding his motorbike down the hill ridge with a big sack on the back. he wasn’t wearing a helmet and he’s smoking a cigarette. He’s riding the motorbike like he’s riding the winds. Phew…

(Blang Panyang Hills, Lhokseumawe, Aceh, Indonesia)

I’m participating in the online adventure travel and photography magazine LetsBeWild.com’s Wild Weekly Photo Challenge for bloggersThis week’s Challenge is: Unusual!

Weekly Photo Challenge: Changing Seasons

Changing Seasons

There are only two seasons in Indonesia: dry season and rainy season. And now the dry season has ended, the rain falls, and the bare branches are ready to sprout again.

__

New to The Daily Post? Whether you’re a beginner or a professional, you’re invited to get involved in our Weekly Photo Challenge to help you meet your blogging goals and give you another way to take part in Post a Day / Post a Week. Everyone is welcome to participate, even if your blog isn’t about photography.

Wild Weekly Photo Chalenge: Peaceful

sinking boat

I was sitting on the fort of Inong Balee in Aceh Besar, Indonesia. Watching the boats passing by and the half-drowned boat floated on the ocean. Meanwhile the sun sets slowly and its light began to fade.

I’m participating in the online adventure travel magazine LetsBeWild.com’s Wild Weekly Photo Challenge for bloggersThis week’s Challenge is: Peaceful!

Nuansa Dua Negara di Taman Alam Lumbini

Hari minggu pagi di Medan (0909) cuaca lumayan cerah. Langit sepenuhnya ditutup awan putih. Namun tidak ada tanda-tanda akan datang awan mendung. Suasana di jalan Pembangunan di kompleks USU pun tak terlalu ramai seperti hari biasa. Selain beberapa sepeda motor yang lewat, dua orang perempuan dengan rambut dikucir dan memakai rok selutut berjalan menuju sebuah gereja kecil di ujung sebuah gang. Masing-masing memegang Injil di tangan kanan. Aku dan Kemal bergegas melangkahkan kaki menuju persimpangan dan menyetop angkot menuju Simpang Kampus.

Di sana sudah menunggu Riza dan Aiko, Erna menyusul setengah jam kemudian. Meski molor dari waktu yang sudah ditentukan kami tetap berangkat menaiki angkot ke arah Berastagi dari Simpang Pos, tempat yang sudah kami sepakati semalam ketika menyusun itinerary yang diberikan Kak Anti, seorang kenalan dari Backpacker Medan. Ongkos angkot dari Simpang Kampus ke Simpang Pos hanya 2.500 rupiah. Dari sini kami kembali menaiki angkot ke arah Berastagi.

Tujuan kami adalah Taman Alam Lumbini di Desa Tongkoh, Kabupaten Tanah Karo. Aku dan keempat kawan menaiki angkot Sutra ke Berastagi dengan ongkos Rp.10.000 saja. Bilang saja turun di Tahura atau Simpang Tongkoh. Simpang Tongkoh dapat dikenali dengan tugu buah jeruk di tengah pertigaan. Ikuti saja tanda panahnya dan boleh berjalan kaki sekitar 20 menit. Sepanjang perjalanan singkat ini, kita akan disuguhi kebun stroberi, kebun jagung dan kebun bunga di kiri-kanan jalan.

Simpang Tongkoh. Ikuti arah panah pada papan petunjuk untuk menuju Taman Alam Lumbini.

Lanjutkan membaca “Nuansa Dua Negara di Taman Alam Lumbini”