Menyingkap Keindahan Tak Biasa di Kampung Jawa

Sampah menggunung membentuk piramida di areal TPA Kampung Jawa. Aroma berbagai sampah busuk menguar di udara dan tercium oleh siapa saja yang lewat di sekitarnya. Apalagi jika memang sedang berada di atas gunung sampah itu. Tak ada yang mampu membendung aroma busuknya. Angin kencang pun tak bisa mengusir aromanya jauh-jauh dari menusuk lubang hidung.

Lanjutkan membaca “Menyingkap Keindahan Tak Biasa di Kampung Jawa”

Iklan

Sunyi sekali di dalam sana

Sebulan yang lalu, sepulang kerja dari Lhok Sukon, aku mengunjungi kompleks makam kerajaan Pasee di Geudong. Sambil duduk di lantai di dekat makam Raja Malikulsaleh, aku ditemani seorang bapak tua penjaga makam. Di sisi kiri bertaburan batu-batu nisan. Permukaannya telah bercorak karena ditumbuhi lumut.

Berdua dengan si bapak, sama-sama diam. Suasana hening. Mataku melihat ke batu-batu nisan lekat-lekat. Ada apa di bawah sana? Apa yang sudah terjadi sampai mereka mati? Dan mengapa jasad mereka dimakamkan di samping makam raja?

Nisan mereka hanya batu-batu kasar tak berukir. Tak bernama. Tak dikenali.

Kurasa sunyi sekali di dalam sana.

Thanks, Mal..

Oke oke..saya sudah kembali ke kehidupan rutin saya lagi sekarang. Tujuh hari saya di Banda Aceh, begitu banyak kejadian-kejadian unik dan lucu yang saya alami. Ada hari yang buruk dan ada hari yang menyenangkan.

Satu hari, yang mampu saya ingat tentu saja satu hari yang penuh dengan hal-hal menyenangkan. Sehari bersama Kemal di pantai Lampuuk.

Hahahahaha…gila ni anak! Pintar sekali mereka-reka percakapan orang lain hingga membuat saya terbahak sampai sakit perut dan tak mampu berjalan. Juga kenarsisannya ketika difoto. Juga ketika dia tak berani menuruni tebing dari gua yang kita panjat. Mengingat semuanya kembali saya tertawa dan senyum-senyum geli. Hihi…untung tidak ada yang melihat saya ketawa-ketiwi sendirian di kantor. Bisa gawat kan?

img_5724

So, thanks to Kemal so much deh!