Setoples Nastar di Pulau Pari

Secangkir kopi arabika dan setoples nastar di Pulau Pari. Nikmat hidup mana lagi yang kaudustakan?

Iklan

Udara dingin menembus jaket abu-abu yang kukenakan saat melintasi jalanan sepi Serang-Tangerang pada dini hari itu. Sepeda motor kukebut sampai lampu jalan terlihat seperti berkelebat di sisi kiri dan kanan jalan. Jika tak terlihat lubang di depan, maka tak kukurangi lajunya. Bukan karena ingin cepat tiba. Tapi aku khawatir hujan turun dan aku bisa terhambat lama karena harus berteduh.

Perjalanan dari Serang ke Muara Angke ini menghabiskan

Lanjutkan membaca “Setoples Nastar di Pulau Pari”