Category

Travel Notes
Ketika gelap mulai memudar dan hijau pepohonan mulai tampak jelas dari atas bukit Punthuk Setumbu, kilatan kecil berwarna putih berkelap-kelip di tengah hutan. Kilatan itu berasal dari atas sebuah bangunan yang berbentuk gundukan berwarna abu-abu dengan pancang-pancang runcing melingkarinya. Ketika remang menghilang, makin terlihatlah bangunan abu-abu itu. Terlihat kecil sekali, ada beberapa orang yang bergerak di atasnya. Pancang-pancang runcing itu...
Read More
Aku tiba di Pasar Petak Sembilan setelah magrib dengan menumpangi bus Transjakarta dari Halte RS Sumber Waras, transit di Halte Harmoni, dan berhenti di Halte Glodok. Meski sedang ada perhelatan akbar Asian Games, isi bus Transjakarta malam itu cukup manusiawi. Aku masih kebagian tempat duduk hingga ke halte tujuan. Untung Pasar Petak Sembilan berada tak...
Read More
Gunung Api Purba Nglanggeran Yogyakarta Gunung Kidul Wetan
Setelah melewatkan dua hari pertama dengan bermalasan di hostel, melewatkan beberapa destinasi liburan di Yogya yang sudah direncanakan gara-gara mager (malas gerak), akhirnya ada juga satu objek wisata alam di Yogyakarta yang bisa aku datangi. Gunung Api Purba Nglanggeran Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in...
Read More
Libur lebaran yang lalu bisa dikatakan sebagai liburan yang sempurna yang pernah aku lewati. Pasalnya enggak semua daftar What To Do dan Where To Go yang sudah kubikin banyak yang terlaksana. Loh, kok malah menjadi liburan yang sempurna padahal enggak banyak ngapa-ngapainnya? Iya, semakin ke sini (baca: semakin tua) ternyata liburan yang hakiki itu bukan...
Read More
Permukaan laut pagi minggu itu sangat tenang. Tak berombak. Udara pun cerah dengan awan tipis dan halimun yang mendramatisasi sinar matahari terbit. Pagi itu, pukul setengah enam pagi, pantai-pantai di Anyer telah riuh oleh pengunjung. Sepertinya sisa keriangan tadi malam masih terus berlanjut hingga hari berganti. Awan tipis itu terus bertahan hingga siang untuk menangkis...
Read More
Akhir minggu yang panjang dan langka di bulan Maret lalu (17-19/03) aku gunakan untuk berlibur di Malingping, Kabupaten Lebak, Banten. Jaraknya lumayan jauh sih dari tempat tinggalku. Hampir 3 jam perjalanan dengan motor yang harus aku dan 5 orang teman kantor habiskan dari Baros, Kabupaten Serang. Jika aku mengulang kembali perjalanan ini seorang diri, aku...
Read More
Dulu aku adalah seorang penikmat solo traveling. Yaitu bepergian seorang diri. Tidak dalam grup, berdua, bertiga, tapi sendirian saja. Kesukaan aku ini memunculkan pertanyaan bagi banyak orang yang mengetahui rencana yang akan aku lakukan atau setelah mendengar kisah-kisah perjalananku. Ini cukup aneh bagi mereka. Tak lazim. Tapi bagiku, melakukan perjalanan seorang diri ini sungguh suatu...
Read More
Aku bukan tipe orang yang gampang mengeluh pada kesulitan. Sekali dua kali pernahlah ya, tapi biasanya langsung tersadarkan kalau mengeluh saja itu enggak cuma membuat mood menjadi lebih buruk. Tapi di hampir setengah perjalanan turun dari puncak Gunung Cikuray beberapa bulan yang lalu, aku tak kuasa menahan diri untuk tak mengeluh pada beratnya perjalanan yang...
Read More
Suatu hari di tengah siang yang panas di sebuah taman di Jakarta, aku menerima ajakan jalan-jalan ke Mojokerto dengan berat hati. Bukan karena berat badanku yang terus bertambah (enggak ada hubungannya #eheh) tapi karena menyadari dengan menerima ajakan itu berarti jumlah saldo di rekeningku akan semakin ‘ringan’ nominalnya. Apalagi dengan Share this:Click to share on...
Read More
“Traveling – leaves you speechless, then turn you into a storyteller.” – Ibn Battuta Kawan-kawan, pernah nggak sih setelah melakukan perjalanan, kalian nggak mampu menuliskan pengalaman itu dalam jangka waktu yang cukup lama? Sekuat apa pun keinginan kalian mencoba untuk menuliskan kembali, tulisannya hanya mentok sampai dua paragraf doang. Atau bahkan nggak satu kata pun...
Read More
Cuaca di hari ketigaku di Bukittinggi tak jauh berbeda dengan hari kedua. Langit masih mendung dan… seperti biasa, udara dingin Bukittinggi setiap pagi membuatku enggan berpisah dari kasur dan selimut. Apalagi mengingat air untuk mandi nanti tak ubahnya seperti air dingin yang disimpan di dalam kulkas. Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click...
Read More
Kiranya aku akan menemukan bangunan serupa benteng-benteng pertahanan pada umumnya di Benteng Fort De Kock. Alih-alih menemukan dinding benteng yang tebal dan tinggi, aku malah disambut dengan kurungan berisikan burung-burung hidup. Tak ada bangunan benteng yang umum kita lihat jika berkunjung ke sebuah benteng. Aku menengok ke semua penjuru, hanya pepohonan, kandang-kandang burung berbagai ukuran, dan beberapa buah meriam...
Read More
1 2 3 4 7
%d bloggers like this: