Category

Travel Notes
Ilham menyusul kami ke ujung pulau sebelum matahari tenggelam. Dia membawa senter untuk penerangan selama kembali ke kemah nanti. Pemandu lokal sudah pulang lebih dulu ke bawah dan kami menyusul setelah hari mulai gelap. Lampu suar berputar-putar di atas menara. Bintang-bintang berkelap-kelip di langit. Dua ekor anak babi berkejar-kejaran di bawah menara berebut makanan yang...
Read More
Berjalan-jalan di Jakarta sekarang ini menyenangkan banget semenjak aku tahu ada Jakarta Walking Tour yang diinisiasi Jakarta Good Guide. Komunitas ini mengajak siapa saja yang ingin menikmati tempat-tempat bersejarah di Jakarta dengan berjalan kaki. Kegiatan ini tidak dipungut bayaran sama sekali, tapi terbuka bagi Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to...
Read More
Ada beberapa daftar daerah di luar Bangkok yang ingin kami kunjungi. Chiang Mai, Ayuthaya, dan Pattaya. Tapi setelah dihitung-hitung jarak tempuhnya ke beberapa tempat itu, aku dan Titi memutuskan mengunjugi Pattaya saja di hari ketiga liburan kami di Thailand. Pattaya kami pilih karena jarak tempuhnya yang lumayan dekat dan transportasinya pun mudah didapat. Titi mencatat...
Read More
“Yoh ke Sabang yoh minggu depan?”, ajak seorang kawan. Waktu itu aku masih anak baru di Pangkalpinang. Masih awam sekali nama-nama daerah di Pulau Bangka. Tadinya aku berpikir kalau Sabangnya Bangka ini seperti tempat tandingan Sabang di Aceh. Seperti beberapa julukan destinasi wisata yang kerap kita dengar di artikel-artikel traveling: Maldivesnya Indonesia, Grand Canyonnya Indonesia, bla bla...
Read More
Situs Parulubalangan Kursi Batu Sira Situs ini adalah salah satu peninggalan tertua dari Raja Siallagan yang letaknya tak jauh dari Tuktuk. Namun situs yang aku kunjungi ini belum begitu terkenal dibandingkan Hatu Siallagan di Ambarita. Karena situsnya sendiri baru dibuka untuk umum sekitar satu tahun yang lalu. Jika situs Hatu Siallagan nyaris tanpa pohon peneduh,...
Read More
Pulau Lampu terlihat amat dekat dari bibir Pantai Penyusuk. Rasanya bisa direnangi untuk menyeberang dan melihat keindahan hamparan lautan biru yang bertatahkan pulau-pulau kecil dari atas mercusuarnya. Salah satu yang terkenal adalah Pulau Putri yang berada di antara Pantai Penyusu dan Pulau Lampu. Kawan-kawan bercerita pengalaman seru mereka ketika berkemah di pulau mungil itu seperti...
Read More
Februari 2013 lalu, aku, Dika, dan Nisa mengangkut sepeda dari Banda Aceh ke Pulau Breueh. Nekat ingin bersepeda menjelajah pulau yang tak kami pahami betul bagaimana kontur jalannya yang ternyata berbukit-bukit itu. Rasanya masih kapok jika ke sana lagi. Capeknya bersepeda naik turun bukit di tengah terik matahari dengan ransel berat di punggung benar-benar amat menyiksa. ...
Read More
Sebelum perjalanan ke Bukittinggi September 2016 lalu, enggak pernah terpikir jika suatu hari nanti akan menginjakkan kaki di Provinsi Bengkulu. Rencana dadakan ke provinsi ini muncul di hari terakhirku di Bukittinggi. Saat aku sedang menjalarkan hangat ketiak ke kedua belah tangan di bawah selimut. Aku menatap plafon di kamar tidur berukuran 2×4 meter itu. Membentangkan peta imajiner di atasnya...
Read More
Sebuah anjungan kapal kayu besar terlihat menjulang tinggi dari balik pagar beton di pinggir jalan Kota Bawah, Sabang. Dinding luar kapal yang mengelupas dan terlihat lapuk menarik perhatianku. Kuparkirkan motor di depan pintu pagar dan bergegas masuk ke areal docking. Kapal kayu itu sepenuhnya berada di atas rel besi yang ditopang supaya tidak terbalik. Cat...
Read More
Gelap, sepi, dan mencekam adalah kesan pertama ketika aku keluar dari mobil dan menapakkan kaki di tanah Dairi, Sumatra Utara. Saat itu hari masih sangat dini. Pukul 3 pagi. Berbagai jenis pikiran buruk melintas di benak yang segera aku tepis. Kutarik ke dua sisi jaket lebih rapat lalu bergegas mengangkat ke dua ranselku dan berjalan...
Read More
Kami terus berjalan kaki melewati Grand Palace. Pagoda emas berkilauan ditimpa cahaya matahari menjulang dari balik dinding tinggi berwarna putih. Aku dan Titi terus berjalan hingga mencapai Thammasat University dan Wat Pho. Menumpangi ferry Chao Phraya, kami bertolak ke pinggiran kota Bangkok, lumayan jauh dari pusat kota. Adalah Kam yang membawa kami hingga tiba ke...
Read More
Desa Pejem berada lebih kurang 117 km dari Kota Pangkalpinang. Akses menuju desa terpencil ini lumayan menantang. Tidak seluruh jalan teraspal mulus. Satu kilometer beraspal, empat kilometer selanjutnya masih jalan tanah berwarna merah berlubang-lubang, begitu terus hingga sampai di desa yang dihuni Suku Lum atau Suku Lom. Suku Lom adalah suku tertua yang mendiami Pulau Bangka....
Read More
1 2 3 7
%d bloggers like this: