Hirup Udara Segar di Bukit Monggeng dan Puncak Lawang

rumah gadang, sumatra barat, bukittinggi, agamCuaca di hari ketigaku di Bukittinggi tak jauh berbeda dengan hari kedua. Langit masih mendung dan… seperti biasa, udara dingin Bukittinggi setiap pagi membuatku enggan berpisah dari kasur dan selimut. Apalagi mengingat air untuk mandi nanti tak ubahnya seperti air dingin yang disimpan di dalam kulkas. Lanjutkan membaca “Hirup Udara Segar di Bukit Monggeng dan Puncak Lawang”

Iklan

Benteng Fort De Kock dan Ngopi Enak di Bawah Jambatan Limpapeh

Benteng Fort de Kock
Benteng Fort de Kock

Kiranya aku akan menemukan bangunan serupa benteng-benteng pertahanan pada umumnya di Benteng Fort De Kock. Alih-alih menemukan dinding benteng yang tebal dan tinggi, aku malah disambut dengan kurungan berisikan burung-burung hidup. Tak ada bangunan benteng yang umum kita lihat jika berkunjung ke sebuah benteng. Aku menengok ke semua penjuru, hanya pepohonan, kandang-kandang burung berbagai ukuran, dan beberapa buah meriam mengitari sebuah bangunan kecil di tengahnya.

Benteng Fort De Kock ini Lanjutkan membaca “Benteng Fort De Kock dan Ngopi Enak di Bawah Jambatan Limpapeh”

Kulineran di Samosir

Jalan-jalan di Danau Toba kemarin itu aku terus-terusan mengulangi kebodohan yang sama. Malas bertanya dan sok tahu. Seperti ketika kesasar mencari Makam Raja Sidabutar pada hari pertama dan kedua, setelah sarapan di sebuah warung Padang, dengan yakin aku membawa motor terus ke arah barat tanpa melihat petunjuk jalan. Sampai akhirnya benar-benar yakin aku sudah terlalu jauh berjalan. Setelah sadar kesasar, biasanya cuma menghibur diri begini: “ah paling di depan ada belokan ke jalan raya”, “nanti belok ke kanan”, “gampang, nanti tanya-tanya orang di warung”. Tapi memang dasarnya malas ya, semua persimpangan dilewati, semua warung/kios dilewati, bukannya berhenti dan bertanya arah. Akhirnya malah capek sendiri. Bikin cepat lapar.

Leeelah abang, dek!

Lanjutkan membaca “Kulineran di Samosir”

Solusi Makan Enak Saat Musim Hujan

Kompleks perumahan ini jaraknya dari kosku mungkin sekitar 11 kilometer. Lumayan jauh. Apalagi ketiadaan kendaraan pribadi dan umum yang melewati perumahan baru ini. Jadi kalau tiba-tiba ngidam shabu-shabu atau dimsum, aku harus nyari tebengan dulu. Mengajak teman yang hobi makan tentu satu-satunya opsi untuk bisa mencicipi menu kesukaan. Andai saja ada jasa layanan antar makanan di kota ini tentu hidupku akan semakin mudah.

Lanjutkan membaca “Solusi Makan Enak Saat Musim Hujan”

Inilah 6 Makanan Penentram Perut Selama di Belitong

Perjalanan ke Belitong bulan Agustus lalu masih menyisakan satu catatan lagi yang sayang jika tidak kutuliskan. Meski kejenuhan menulis makin memburuk akhir-akhir ini tapi kupaksakan juga untuk menyelesaikan draft yang sudah sebulan lebih teronggok di dalam folder.

Karena perjalanan tak melulu melihat pemandangan alam saja, tak hanya melepas dahaga mata dengan hijau tosca lautan dan pasir putih pantai saja. Tapi mata dan perut juga perlu ditentramkan dengan kelezatan makanan lokal. Berikut beberapa makanan penentram perut jika kelaparan di Belitong:

Mie Atep Belitong

Hari pertama aku tiba di Belitong, aku diajak menikmati Mie Belitong. Mie Belitong ini tak jauh beda dengan mie berkuah ikan yang juga dapat ditemukan di Sabang, Pulau Weh sana (baca di sini). Meski bentuknya sama, tapi rasa tentu saja berbeda. Jangan tanya mana yang paling enak karena bagiku keduanya sama-sama enak. Mie Belitong ini dapat kamu coba jika berkunjung ke Belitong di Warung Atep. Lokasinya berada tepat di depan swalayan Puncak. Andai saja udangnya dibubuhkan lebih banyak di atas mie. Hmmhhh…

Kredit foto: Oja

Lanjutkan membaca “Inilah 6 Makanan Penentram Perut Selama di Belitong”

Nikmatnya Gangan Jalan Irian di Belitong

Aku biasanya kalau traveling berombongan itu paling tidak pedulian mau dibawa makan ke mana. Biasanya ‘iya’ saja jika diajak tuan rumah ke tempat makan. Seperti di suatu siang yang cerah di Tanjung Pandan, Belitong. Bang Edi, pengelola BelitungTours.com ini membawa aku dan keempat kawan yang lain makan siang dengan menu khas Belitong yang setiap menuliskan namanya saja air liurku sudah meleleh, yaitu Gangan!

Halaman sebuah rumah di Jalan Irian ini sudah disulap menjadi sebuah warung kecil yang ramai didatangi orang pada jam makan siang. Makanya kami datang lebih awal supaya kebagian tempat duduk. Lanjutkan membaca “Nikmatnya Gangan Jalan Irian di Belitong”

Yuk, Ngopi di Kutub Utara?

Tak ada yang tak mungkin. Ngopi di Kutub Utara sekarang menjadi lebih mudah dan memungkinkan. Datang saja ke Belinyu di Bangka! Hehe…

Warung kopi legendaris ini diberi nama Warung Kopi/Es Kutub Utara yang beralamat di Jalan Veteran nomor 89, Belinyu. Buka dari pagi sampai malam dengan menu andalan yang wajib kamu coba seperti (tentu saja) kopi, es kacang, dan es campur. Jika tidak suka kopi pahit, cobalah kopi susunya atau es kacang. Nikmati secangkir kopi dengan roti home made yang juga mereka sediakan sebagai cemilan sambil mengobrol. Lanjutkan membaca “Yuk, Ngopi di Kutub Utara?”