Kelap-kelip di Langit dan Laut Pulau Bunta

Ilham menyusul kami ke ujung pulau sebelum matahari tenggelam. Dia membawa senter untuk penerangan selama kembali ke kemah nanti. Pemandu lokal sudah pulang lebih dulu ke bawah dan kami menyusul setelah hari mulai gelap. Lampu suar berputar-putar di atas menara. Bintang-bintang berkelap-kelip di langit. Dua ekor anak babi berkejar-kejaran di bawah menara berebut makanan yang mereka temukan. Rombongan pekemah di dekat dua ekor babi itu sama sekali tak terusik. Atau mungkin mereka terlalu sibuk hingga tak menyadari jika ada babi berkeliaran di belakangnya.

Perjalanan pulang selepas magrib dari mercusuar.

Lanjutkan membaca “Kelap-kelip di Langit dan Laut Pulau Bunta”

Iklan

The Real Escapade to Pulau Bunta

Desember tahun lalu aku menaikkan sebuah tulisan berjudul An Escapade to Pulau Bunta di blog ini. Sebenarnya aku sendiri, sebelum tulisan itu terbit, belum pernah menginjakkan kaki ke pulau itu. Sudah dua kali ajakan ke sana terpaksa aku tolak karena ada saja keperluan lain yang tak bisa ditinggalkan. Hingga kesempatan yang dinanti-nanti pun tiba beberapa bulan setelah tulisan itu terbit. Jadi inilah cerita the real an escapade to Pulau Bunta oleh si backpakcer cilet-cilet. :D Lanjutkan membaca “The Real Escapade to Pulau Bunta”

An Escapade to Pulau Bunta

Tidak jauh dari Kota Banda Aceh, hanya 50 menit saja mengarungi lautan dengan sebuah boat kecil, terdapat pulau mungil dengan pantai pasir putih yang menawan. Tebing-tebing yang terbentuk dari batuan beku berlapis-lapis menantang gempuran ombak dan angin laut. Pada puncaknya dilapisi rerumputan hijau dan dikepung pepohonan lebat.

Pulau Bunta namanya. Sebuah pulau berpenghuni tak lebih dari 3 kepala keluarga ini seperti berondok di balik Ujong Pancu, Aceh Besar. Makanya tak banyak orang yang tahu keberadaan pulau ini. Pulau yang penghuninya didominasi oleh babi ini adalah satu-satunya pulau yang tidak ada nyamuknya. Lho kok bisa? Aku pun tak tahu pasti bagaimana fenomena alam seperti ini bisa terjadi di Pulau Bunta. Padahal lokasi pulau ini tidak begitu jauh dari daratan.

Aceh Explore, sebuah travel agent yang digawangi oleh Ilham, baru-baru ini mengunjungi Pulau Bunta dengan menyewa sebuah boat kecil bermuatan 10 orang. Jika kondisi permukaan laut sedang dalam kondisi tenang, waktu tempuh ke Pulau Bunta hanya 45 menit saja. Seorang pemandu lokal turut serta bersama rombongan untuk mengantar para tamu mendaki bukit-bukit, menyusuri pantai dan tebing-tebing eksotis di pinggir laut.

Menikmati laut biru di Frozen Stone
Menikmati panorama Bunta dari ketinggian

Petualangan di Pulau Bunta bermula ketika mesin boat dimatikan dan berhenti di perairan dangkal di dekat pantai. Setengah badanmu dari pinggang ke bawah harus rela basah oleh air laut lalu berjalan mengangkat barang-barang pribadi menuju pantai. Layaknya peserta reality show seperti The Survivor, segera ketika tiba di pantai, yang pertama dicari adalah lokasi aman untuk mendirikan tenda.

Petulangan yang dapat kamu rasakan adalah berkeliling pulau, mengamati fenomena-fenomena alam di sepanjang pantai berpasir putih nan lembut dan bukit-bukit batu. Lalu pacu adrenalinmu dengan menaiki menara mercusuar yang terpancang kokoh di atas bukit. Nikmati tiupan angin kencang dan kalahkan kegamangan dari atas sana.

Snorkeling di perairan dangkal di dekat pantai juga sangat menarik untuk dilakukan. Bermain-main dengan ikan-ikan mungil beraneka warna di antara koral-koral cantik. Setelah puas berenang-renang, lanjutkan dengan bermain-main lagi di pasir putih sambil menyesap air kelapa muda. Ah nikmat sekali, bukan?

Your life companions :)

Aceh Explore menawarkan sebuah perjalanan seru yang tak akan terlupakan ke Pulau Bunta. Paketnya hanya seharga Rp.250.000,-/orang ke Pulau Bunta untuk dua hari satu malam (2D1N). Nikmati petualangan seru jauh dari hiruk pikuk kota dan nikmati hidup di alam bebas.

Your life, your rules!

Aceh Explore

CP: Teuku Ilham, Citra Rahman
Pin bb : 257DE074
HP : 0812-6925-0322 / 0813-6064-9334
Email : tmilham23@gmail.com/ rahman.citra@gmail.com
Follow : @teukuilham / @citrarahman

Lebih lengkap, silahkan cek link di bawah ini:

//