Year

2016
Rasa senang membuncah ketika mobil yang aku tumpangi akhirnya tiba di Bukittinggi. Kota yang sudah kuimpikan untuk didatangi sejak 6 tahun yang lalu kini telah ada di segala penjuru. Ibu dari bahasa kampung ayah terdengar dari setiap mulut yang berbicara ketika mobil yang membawaku melewati sekolah dan pasar. Udara sejuk bertiup-tiup mengusap pipi sebagai ucapan selamat...
Read More
Seperti yang sudah kusebutkan sebelumnya, famtrip Jateng bulan September lalu berisikan kegiatan-kegiatan outdoor yang bikin napas tersengal-sengal, berkeringat, memicu adrenalin, dan bahkan penampakan misterius dari dunia lain. Sama satu lagi: bikin betis berurat karena berdiri 3 jam menonton Parade Seni Budaya Jawa Tengah di Magelang. Rangkaian keseruan famtrip yang diadakan Dinbudpar Jawa Tengah ini dalam rangka mempromosikan beberapa...
Read More
Rombongan Famtrip Jateng telah meninggalkan Kali Progo satu jam yang lalu setelah perut diisi penuh. Gara-garanya kantuk jadi lebih cepat datang. Aku menyandarkan kepala ke jendela bus dengan berbantalkan jaket. Suara gelak tawa yang membahana di dalam bus perlahan mengalun lalu senyap. Selang berpuluh menit kemudian aku terbangun dan merasakan hangat air liur telah menganak sungai, bermuara ke jaket. Share...
Read More
Parade Seni Budaya Jawa Tengah 2016 ini telah usai satu bulan yang lalu. Tepatnya pada tanggal 28 Agustus dan diselenggarakan di Kota Magelang. Ketika melihat-lihat galeri fotonya, aku kembali mengalami euforia. Rasa senang dan takjub pada pagelaran parade seni budaya di hari ulang tahun provinsi Jawa Tengah ini masih membekas dan terulang lagi. Share this:Click to share...
Read More
Aku terbangun oleh suara keriut dari ranjang sebelah. Pasti Bang Fahmi sudah terjaga dan bersiap untuk berangkat. Itu berarti waktu sudah menunjukkan pukul empat subuh dan aku pun harus bangun dan bersiap-siap juga. Tapi mataku masih terasa perih untuk dinyalangkan. Rasanya baru terlelap beberapa saat tadi dan sekarang harus bangun lagi. Bau kapuk bantalku masih amat kuat membiusku  untuk...
Read More
Kepastian sebagai peserta famtrip HUT Provinsi Jawa Tengah yang ke 66 dan tiket kereta pergi pulang Jakarta-Semarang sudah di tangan. Kusimpan baik-baik cetakan tiket di dalam ransel yang nanti akan kubawa ke sana. Setelah packing, aku mendekap ransel yang menjadi penuh berisi kamera, beberapa charger, pakaian, dan perlengkapan ‘perang’ lainnya sembari membayangkan perjalanan santai yang...
Read More
Awan berarak dan menggumpal-gumpal di langit, menyisakan sedikit warna biru di beberapa penjurunya. Aku meramalkan sebentar lagi langit akan sepenuhnya tertutup warna putih dan abu-abu dan malam ini akan hujan. Cuaca seperti ini cuaca yang paling tak diharapkan bagi siapa pun yang akan berkemah. Termasuk aku. Lewat tengah hari pada hari Sabtu tanggal 6 Agustus...
Read More
Aku sedang membongkar kembali foto-foto lama di folder. Berharap bisa menemukan ide menulis untuk blog yang mulai berjelaga ini dengan mengenang masa lalu. Mataku tertumbuk pada beberapa foto yang membuat ingatan kembali ke lokasi foto diambil: Lamreh. Puluhan foto-foto itu membangkitkan kembali kenangan ke tahun 2011 silam. Pada gampong yang hanya kutinggali selama tiga bulan. Meski terbilang...
Read More
Pantai Tanjung Pasir pagi itu ramai sekali oleh pengunjung. Lalu lintas ratusan kendaraan yang masuk ke lokasi wisata di Teluk Naga ini didominasi oleh kendaraan beroda dua. Mobil yang kutumpangi maju dengan lambat mengikuti arus di jalan aspal kecil yang rusak itu. Di sisi kiri jalan, puluhan laki-laki  bersahut-sahut menawarkan kapal penyeberangan ke Pulau Untung Jawa....
Read More
Kali Mati Papandaya, Kabut di Kali Mati, Kabut di Papandayan, Garut
Ide mendaki Gunung Papandayan dengan Vero sudah tercetus sejak lama. Saking lamanya, aku bahkan tidak ingat kapan terakhir kali pembicaraan itu bermula. Obrolan itu tenggelam dengan rencana-rencana lain dan bermacam-macam percakapan. Kemudian ia muncul kembali setelah Makcik Zarah mengumumkan open trip pendakian 3 gunung dalam seminggu di salah satu akun sosial medianya. Membaca nama Papandayan dalam daftar...
Read More
Dari sekian banyak peninggalan bersejarah, benteng adalah tempat yang paling senang aku kunjungi dibandingkan bangunan bersejarah yang lain. Entah karena apa, mungkin karena kebanyakan benteng berada dekat laut? Atau karena senang dengan perasaan terjebak nostalgia dalam imajinasi pada masa perang zaman dulu? Atau karena benteng adalah tempat yang paling jarang dikunjungi dan selalu sepi? Entahlah....
Read More
Sabang selalu menyenangkan untuk dikunjungi kapan pun dan berapa kali pun kita sudah mengunjunginya. Ada rasa gembira yang meluap-luap ketika melakukan perjalanan untuk mencapai pulau paling barat negeri ini. Entah itu dengan menyeberangi lautan dari Banda Aceh ke Balohan atau melintasi udara dari Kuala Namo-Medan ke Maimun Saleh-Sabang. Sudah kali keenam aku kembali ke pulau berbentuk huruf W ini....
Read More
1 2
%d bloggers like this: