Month

September 2015
Sebagai blogger kampung daerah berjumpa dengan penulis idola adalah kejadian langka. Ketika kesempatan itu datang, tak hanya berjumpa tapi juga menimba ilmu travel writing dari sang idola rasanya seperti mendapat durian runtuh. Apalagi berjumpa dengan seorang Agustinus Wibowo, yang buku-bukunya ditulis dengan amat personal. Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share...
Read More
Waktu itu subuh pukul 5 ketika Kereta Wisata yang kami tumpangi tiba di Stasiun Semarang. Aku menengadah dan menyaksikan pijar bintang Kejora di ufuk timur. Sinar matahari masih berupa pendar jingga, ungu, dan biru di atas cahaya lampu penerang di jalur rel. Banyak penumpang yang turun, namun suasana stasiun tak lantas menjadi ramai. Semua berjalan...
Read More
Suatu hari, aku pernah membuat janji mengunjungi Lombok menjumpai teman-teman yang kujumpai di Pare, Kediri. “Kapal penyeberangan dari Bali cuma 4 jam,” jelas Kak Hani. “Nanti kalian bisa menginap di rumah saya. Saya bawa jalan-jalan dan saya masakin makanan khas Lombok,” begitu janjinya pada saya dan teman-teman sambil berusaha menahan genangan air mata di antara kelopak matanya. Dan...
Read More
The sun, it connects us from day to night. From the light to the dark. The ruin, it connects me back to the memories of almost 11 years ago when the tsunami destroyed our homes. See more of others’ submissions to the Daily Post Weekly Photo Challenge on: "Connected."
Pantai Lhok Mata Ie yang kini ramai dikunjungi setiap akhir pekan dan hari libur ini tetap menyenangkan untuk disambangi. Perjalanan ke pantai ini memakan waktu kurang dari satu jam. Kita bisa snorkeling atau leyeh-leyeh santai saja di pinggir-pinggir batu menikmati semilir angin. Lhok Mata Ie adalah salah satu tempat ‘melarikan diri’ favoritku jika di Banda Aceh...
Read More
“Tadi yang pas kita lewat Abdya itu Pulau Gosong, bukan?” tanya seorang rekan kerja ketika kami baru saja mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar selepas kembali dari Pulau Simeulue. Aku yang tak lagi memperhatikan ke luar pesawat setelah kami lepas landas dari Bandara Blangpidie satu jam yang lalu tak bisa menjawab. Rajuli, yang...
Read More
%d bloggers like this: