#GAWisataDaerahmu: Perayaan Unik di Daerahmu

Perayaan adalah momen kamu bisa melihat begitu banyak orang mengelilingimu dan bersukacita tanpa melihat kamu siapa melainkan kamu ‘apa’. Iya, apalagi ketika kamu dengan setengah memaksa menyeruak di tengah kerumunan orang dan ada yang terganggu, “ni orang apaan sih bikin sempit aja!”. Tiap orang ingin berada paling depan supaya dapat melihat lebih jelas dan mendapatkan foto yang paling bagus tentunya.

Indonesia punya banyak sekali perayaan. Setiap tahun di setiap provinsi dan kabupaten punya perayaan uniknya sendiri-sendiri. Kalau mau dibikin daftar, asli panjang kali daftarnya kurasa, yekan? Bagi yang perantau, tentu beruntung dapat mengenal berbagai perayaan di daerah yang pernah dia tinggali. Selama hampir 7 bulan di Bangka, aku juga beruntung bisa mengenal beberapa perayaan di daerah yang multi etnis ini.

1. Sembahyang Rebut/Chit Ngiat Pan

Sembahyang rebut adalah imleknya penghuni alam gaib dalam kepercayaan etnis Tionghoa. Upacara yang diadakan setiap bulan ke tujuh tanggal lima belas dalam kalender Cina ini diadakan di hampir semua kelenteng besar di Bangka Belitung. Selain untuk menghormati arwah leluhur juga sekaligus untuk membersihkan diri dari sifat-sifat buruk seperti ketamakan pada diri manusia. Salah satu bagian dari sembahyang rebut adalah pembagian barang-barang dan sembako, pembakaran patung dewa neraka, dan lelang payung yang harganya bisa sampai puluhan juta rupiah. Sesuai namanya, akan ada acara perebutan barang-barang yang sudah ditempatkan pada rak-rak khusus di depan Dewa Neraka. Selain ada banyak patung dewa-dewa, biasanya ada satu dinding yang penuh lukisan menceritakan tentang perbuatan dosa yang bisa mengakibatkan seseorang masuk neraka. Jika diperhatikan benar-benar, penggambaran perbuatan dosa dan neraka dalam kepercayaan Tionghoa tidak jauh berbeda dengan kepercayaan umat Islam. Ada karma, ada hukum sebab-akibat.

Dewa Neraka berhadapan dengan rak-rak berisi berbagai jenis makanan yang akan direbutkan.

2. Perang Ketupat

Perang paling damai sedunia mungkin adalah perang ketupat yang diadakan setiap tahun baru Islam di Desa Tempilang, Bangka ini. Perang yang hanya dilakukan oleh 20 orang laki-laki bersenjatakan ketupat hanya berlangsung dalam hitungan kurang dari dua jam saja. Aksi saling lempar ketupat ini punya sejarah dan berbagai ritual mistis sehari sebelum perang dimulai. Sayangnya aku tidak berkesempatan melihat upacara ini karena biasanya diadakan pada malam hari dan letaknya lumayan jauh dari Pangkalpinang.

3. Nganggung

Ini adalah tradisi Melayu Bangka yang sampai sekarang masih bertahan. Tradisi Nganggung berlangsung pada hari-hari besar agama Islam. Seperti Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dulang atau talam berisi makanan diantar beriringan ke mesjid dan dinikmati bersama-sama. Kebersamaan Nganggung dapat dilihat langsung bahkan bisa diikuti juga di mesjid-mesjid pada hari pertama hari raya tersebut. Apapun status sosial pembawa dan penerima dulang, kita tetap bisa sama-sama makan enak di lantai yang sama rendah.

Suasana Nganggung saat Idul Fitri di Mesjid Tua Tunu. Foto: Coral Samudra

4. Sincia dan Penerbangan 1000 Lampion

Menerbangkan lampion sekarang tidak perlu lagi jauh-jauh ke Borobudur saat Imlek. Tidak perlu lagi mengganggu ritual ibadah yang sakral itu hanya demi mendapatkan foto bagus. Di Bangka, kamu bisa mengikuti kegiatan penerbangan lampion ini di Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, setiap tahun. Acara ini diselenggarakan berkat kerjasama antara Restaurant Aroma Laut dan pengelola pantai. Acara akan berlangsung di tengah-tengah ‘lapangan’ pantai. Lapangan pasir ini hanya ada ketika laut surut. Ukurannya bisa dua kali lapangan sepakbola.

Pelepasan 400 lampion di Pantai Pasir Padi tahun 2014. Foto: Ahon

Ini hanya beberapa saja dari banyak perayaan yang diadakan di Bangka Belitung setiap tahunnya. Masih ada beberapa perayaan keagamaan dan adat lain yang menarik untuk disaksikan. Jadi ingin tahu perayaan-perayaan unik apa saja yang bisa menjadi potensi wisata di daerah yang lain kan? Nah, aku dan kawan-kawan yang lain juga mau tahu ada perayaan apa saja sih yang menjadi potensi wisata di daerah kamu? Ayo berbagi dengan mengikuti Giveaway ini. Ajak kawan-kawanmu untuk ikutan juga ya. Ada tiga pemenang dengan komentar paling oke yang aku pilih dan masing-masing berhak mendapatkan satu buah novel di bawah ini.

Untuk penyebar potensi wisata daerah yang paling beruntung. :)

Cara ikutan Giveaway Wisata Daerahmu:

  1. Peserta berdomisili di INDONESIA.
  2. Ceritakan secara singkat tentang perayaan di daerah kamu yang unik dan khas (bisa perayaan agama, adat, dan lain-lain) via comment di bawah postingan ini
  3. Bila peserta memiliki foto potensi wisatanya, silakan kirim link dalam kolom komentar, nanti akan aku post-kan fotonya di media sosial
  4. Share postingan giveaway ini melalui media social seperti Facebook, Twitter, G+, IG, dll (bisa dipilih salah satu atau dua), mention dan follow akunku @citrarahman (khusus yang punya twitter dan instagram), bisa juga dilengkapi dengan twitpic atau foto dengan hashtag #GAWisataDaerahmu
  5. Lengkapi komentarmu dengan data berupa nama, akun media sosial: bisa twitter, instagram, facebook atau G+ (biar bisa dihubungi saat menang), alamat blog (kalau ada), dan domisili
  6. Semua jawaban yang masuk akan aku twitkan dengan me-mention kamu (bila menyertakan akun twitter). Ini adalah inti dari diadakan #GAWisataDaerahmu, yaitu saling membagikan informasi di jejaring sosial tentang potensi wisata daerah yang belum tergali
  7. Giveaway ini berlangsung mulai dari tanggal 26 Januari – 14 Februari 2015
  8. Semua peserta yang telah memenuhi syarat, akan diundi untuk menentukan pemenang
  9. Pengumuman dilakukan beberapa hari setelah deadline

Contoh: Nama : Citra Rahman Akun twitter/IG: @citrarahman Domisili : Pangkalpinang, Bangka Belitung Muang Jong adalah salah satu upacara yang diadakan oleh Suku Sawang di Kabupaten Belitung. Muang Jong berarti melepaskan kerangka perahu kecil yang di  dalamnya terdapat sesajian dan dilarung ke lautan. Upacara ini dilakukan sebelum memasuki musim tenggara yang berlangsung sekitar bulan Agustus atau September untuk meminta perlindungan. Singkatnya Muang Jong adalah upacara Tulak Bala yang juga masih sering dilakukan di kabupaten Aceh Selatan.

Udah gitu aja, gampang kan? Yuk, ikutan. ;)

Ikuti juga #GAWisataDaerahmu dari teman-temanku berikut ini:

58 thoughts on “#GAWisataDaerahmu: Perayaan Unik di Daerahmu

  1. Di daerah saya juga ada perang ketupat, Mas. Bedanya, di tempat saya (Lombok) semua orang boleh ikut, acara diadakan setahun sekali di Lingsar Ulon dan Lingsar Kemaliq, Pura Lingsar, Lombok Barat, setiap Purnama Sasih Kanem (purnama keenam, sekitar bulan Desember). Sebuah potret kerukunan beragama saya bilang, soalnya yang “berperang” adalah dua suku, suku Bali dan suku Sasak, saling lempar ketupat dan sorak sorai, juga derai tawa.

    Ada juga tradisi Bau Nyale, yakni mencari Nyale (sejenis cacing wawo) di Pantai Seger, Lombok Selatan. Tradisi ini erat kaitannya dengan legenda Putri Mandalika yang mengorbankan dirinya yang terlalu diperebutkan orang banyak dengan cara menceburkan diri ke laut sehingga berubah menjadi Nyale ini, Mas. Konon Nyale yang didapat adalah bagian dari sang putri. Biasa dirayakan sekitar pertengahan Februari.

    Hope that helps! Please don’t count me for the competition, though, I just wanna share this. I have already followed others’ giveaway events :)
    Happy exploring the vast culture of Indonesia!

  2. akhir-akhir ini semakin banyak ya, perayaan unik yang digelar oleh masing-masing daerah. di semarang juga, misal festival banjir kanal barat, festival pandanaran dan lain-lain. lumayan sih, bisa memindahkan keramaian massa, dari mall ke ruang publik. hehehe .. :D

    1. Kalau di kota-kota besar dan sedang berkembang, kegiatan seperti ini emang sedang digalakkan kayaknya ya. Semoga di Bangka Belitung makin banyak acara tahunannya untuk memancing wisatawan datang.

  3. seru-seru festivalnya, fotonya apalagi. Paling suka sama festival lampion, soalnya selama ini belum pernah lihat. Pingin ikutan tapi kayaknya kurang data pendukung nih :D

  4. di daerah saya yang terkenal itu adalah manganan atau sedekah bumi. Dulu waktu saya masih TK sedekah bumi di lakukan di kuburan, sumberan, dan juga gua. Namun karena kemajuan zaman sedekah bumi di lakukan di masjid atau mushola. sedekah bumi di daerah saya sama dengan sedekah bumi di daerah lain. Orang-orang membawa nasi lengkap dengan lauknya lalu ada ustadz yg memimpin doa setelah itu orang-orang makan nasi dan lauk bersama sama.

    Ada lagi keunikan dari daerah saya yaitu adanya batu semar. batu ini memiliki ukuran yang sangat besar, beratnya saja 80 ton. Batu ini diangkut dari desa yg cukup jauh dari kota dan di letakkan di alun-alun kota. untuk berita selengkapnya bisa melihat di artikel http://m.beritajatim.com/gaya_hidup/228067/sejarah_batu_semar_yang_jadi_prasasti_di_alun-alun_bojonegoro.html#.VMi8jtKUcjU

    nama: Wulida Nadhila
    akun twitter: Jm_nim
    alamat blog: chillingsunday.blogspot.com
    domisili: Bojonegoro Jatim

    1. Wooooh… aku baru tahu kalau ada perayaan Sedekah Bumi. Kalau di kampungku, adanya sih Kenduri Laut gitu. Kegiatannya hampir sama seperti yang Wulida ceritakan, berdoa dan lalu makan bersama.
      Makasih sudah ikutan yah… :)

  5. Nama: Cak Oyong
    Akun twitter: @cakoyong
    Blog: http://cakoyong.blogspot.com/
    Domisili: Jember

    Satu Suro bagi Masyarakat Jawa merupakan sebuah tanggal yang sarat makna. Hampir setiap daerah melakukan sebuah ritual upacara adat. Tidak berbeda juga dengan ritual yang dilakukan oleh Masyarakat Pesisir di Jember. Hampir semua desa berpesisir melaksanakan ritual yang kita sebut dengan Upacara Petik Laut.
    Upacara Petik Laut ini merupakan wujud rasa syukur para Nelayan atas rejeki hasil tangkapan yang didapat dan sebuah pengharapan untuk hasil yang lebih baik lagi.
    Dalam ritualnya dipimpin oleh sesepuh desa dilengkapi dengan sesajen berupa bermacam-macam hasil pangan. Nantinya akan dilarung ke laut oleh sesepuh dan perangkat desa. Para Nelayan kemudian berebut sesajen untuk mendapatkan berkah.

  6. Di sini sudah jarang ada perayaan2, kecuali perayaan 17 Agustus-an *pilin2 ujung hijab*

    Eh ada juga perayaan Haul Sunan Bonang yang diadakan tiap tahun. Cuma saking ramainya, jadi males keluar rumah #Eh #Ups

  7. Nama : Ceria Wisga
    Twitter : @C3R1A
    Blog : cesandutty.wordpress.com
    Domisili : Sidoarjo

    Haluuu, ikutan nimbrung yak. Sidoarjo punya perayaan keren nan unik loh, namanya Lelang Bandeng. Lelang bandeng merupakan ikon Sidoarjo, diadakan setiap tahun tepatnya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di alun-alun Sidoarjo. Disamping untuk memeriahkan peringatan maulid nabi, lelang bandeng dimaksudkan untuk menggairahkan petani tambak dalam budidaya bandeng. karena bandeng sidoarjo itu punya ciri khas yg gk dimiliki bandeng daerah laen, rata-rata bandeng memiliki bibir merah dan tidak berbau tanah.
    Bandeng yg dilelang dinamakan bandeng “Kawakan” yg dipelihara khusus 5-10th dg berat antara 7-10kg per ekor. Mantap tho hehe. Lelang bandeng ini punya tujuan mulia, karena uang hasil bersih seluruhnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan.
    Perayaan lelang bandeng ini sempat vakum beberapa tahun lalu, smoga tahun-tahun kedepan makin semarak ya :)

  8. Nama : Yoga Widianto
    Akun Twitter : @yoogha1725
    Akun Facebook : YOga Видианто
    Blog : http://freakashionist.blogspot.com
    Domisili : Malang

    Kalau di Malang, festival yang paling menarik buatku adalah Festival Malang Kembali ato festival Malang Tempo Doeloe. Dulu festival ini diadakan di jalan Ijen Boulevard, dimana situasinya di setting seperti jaman penjajahan Belanda dulu. Yang unik adalah, stand-stand yang ada di festival ini dibuat jadul, dari bamboo-bambu yang beratapkan daun kering. Biasanya stand-standnya dibuat berdasarkan kategori, ada stand khusus makanan, stand kerajinan tangan, benda-benda antik dan sebagainya. Disini biasanya pengunjung yang antusias akan mengenakan pakaian yang serba tempo dulu, semisal batik, kebaya, pakaian ala noni Belanda dan sebagainya yang bernuansa Malang jaman penjajahan. Selain stand-stand, ada pula panggung utama yang dibangun set nya di tengah boulevard, dimana disini akan ada pertunjukan wayang kulit dan sebagainya. Dalam festival ini juga akan dipamerkan banyak benda antik, termasuk mobil yang pernah digunakan oleh Presiden Soekarno. Bisa dipastikan kalo festival ini diadakan, pengunjungnya bakalan berjubel sampe untuk berjalan sepanjang jalan Ijen ini harus merayap dan pelan-pelan.

    Tapi untuk tahun-tahun ini aku ga seberapa tahu apa festival ini masih diadakan atau tidak, tapi yang jelas kemeriahan festival tahunan ini (semoga tetap diadakan tiap tahun) sangat spektakuler, apalagi ketika memasuki area Ijen, berasa kembali ke Malang Tempo Doeloe.

    Ini beberapa link yang bisa diintip seputar perayaan tahunan kota Malang ini
    http://freakashionist.blogspot.com/2012/06/inside-out-concordia-replica-malang.html
    http://freakashionist.blogspot.com/2011/05/malang-tempo-doeloe-festival-preview.html
    http://freakashionist.blogspot.com/2011/05/malang-tempo-doeloe-street-artist-part.html
    http://freakashionist.blogspot.com/2011/05/malang-tempo-doeloe-street-artist-part_30.html
    http://freakashionist.blogspot.com/2012/05/7th-malang-tempo-doeloe-festival-2012.html

  9. sadranan adalah upacara khas di kaki gunung merapi, banyak orang yang menyamakan jika sadranan dan sedekah bumi itu sama. di daerah ampel, boyolali, sadranan digunakan sebagai ajang silatuhami antah sanak keluarga yang pernah tinggal atau anggota keluarganya meninggal di desa itu. dalam satu tahun ada dua macam sadranan, ada sadranan yang digunakan untuk prosesi bersih-bersih desa dan sadranan yang digunakan untuk menyambut datangnya bulan suci ramadhan. sadranan pertama biasanya dijuluki sadranan kecil karena hanya kenduren (kondangan/tumpengan) satu kali di jalan malam usai membersihkan makam leluhur. sadranan kecil biasanya hanya berisi nasi tumpeng beserta lauk-pauk seadnya. sadranan yang kedua bisa disebut sadranan besar, pada sadranan ini kepala keluarga diwajibkan dua kali kenduren (Kondangan/tumpengan) dalam dua kali waktu yang terjadi runtut esok pagi. kenduren pertama biasanya perkepala keluarga membawa sebuah baki berisi tumpeng dan ayam yang masih di ikung beserta lauk pauk yang cukup mewah untuk menjelang bulan puasa yang akan datang, kenduren kedua setelah makan besar biasanya diisi dengan makanan-makanan ringan atau jajan pasar lengkap dengan buah-buahan segar khas pedesaan. usai kondangan bersama di depan makam yang di hadiri oleh seluruh kepala keluarga dalam satu dukuh. biasanya upacara silaturahmi akan dilanjutkan ke rumah masing-masing yang hampir menyerupai suasana lebaran, bahkan lebih ramai suasana sadranan menjelang bulan puasa daripada hari raya lebaran….
    acara sadranan kerap kali dijadikan acara kumpul-kumpul untuk para pemuda, sedekar ngundang teman kerumah atau sekedar silaturahmi. persis seperti pada saat lebaran, sadranan juga menyediakan makanan dan jajan pasar sebagai suguhan dari tuan rumah yang kerap membuat tamu kelimpungan karena setiap tamu diwajibkan makan nasi saat berkunjung. kebayangkan kalau tamunya harus masuk kesepuluh rumah? bisa-bisa satu hari makan sepuluh piring nasi. buat yang lagi diet sama sekali nggak direkomendasikan. tapi kalau buat yang hobby makan, silahkan makan gratis sepuasnya di sadranan ini….
    Ampel, Boyolali,

    twitter : @TriztanFamous
    blog : triztanFamous@blogspot.com
    fb : triztan hermawan (Triztan Famous)

  10. Nama: Rahmad
    Twitter: @_UtuhBanjar / Fb: Rahmad
    Domisili: Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

    Aruh Ganal adalah upacara adat masyarakat Dayak Bukit di Pengunungan Meratus. Pesta yang diadakan setelah panen raya sebagai ucapan syukur atas rizqi yang oleh Sang Maha Pencipta. Upacara ini dirayakan secara besar-besaran selama lima, tujuh, atau 12 hari.

    Baayun Maulid merupakan adalah salah satu bagian dari rangkaian upacara daur hidup yang berlaku didalam tradisi orang-orang Suku Banjar. Upacara Baayun Maulid juga dapat diartikan sebagai sarana upacara tolak bala.

  11. Aaaaa aaaaaaaa *histeris dulu liat hadiahnya, REMY SYLADOOOOO, I adore him soooo much*

    Haryadi Yansyah | @Omnduut | FB : Haryadi Yansyah

    Ada beberapa perayaan unik di Sumatera Selatan, khususnya kota Palembang. Namun untuk GA ini aku mau cerita tentang Ngidang yang sekilas mirip dengan tradisi Nganggung yang diceritakan di atas.

    Ngidang

    Ngidang adalah cara makan yang dulu sering dilakukan di masyarakat Sumatera Selatan khususnya kota Palembang. Di setiap hari besar seperti lebaran atau upacara pernikahan, tuan rumah biasanya ngidang alias menghidangkan makanan di lantai yang terbagi-bagi kedalam beberapa kelompok kecil yang biasanya terdiri dari 5 s.d 8 orang. Makan bersama-sama ini sudah jarang dilakukan karena dinilai tidak efisien dan juga merepotkan. Dilain sisi, tamu-tamu yang belum kebagian tempat terpaksa menunggu hingga lauk yang sudah habis diisi kembali oleh panitia konsumsi. Namun, sesungguhnya cara makan bersama-sama seperti ini filosofinya sangat tinggi. Yang paling utama memperlihatkan kebersamaan, kesetaraan (karena gak ada istilahnya tamu VIP makan di ruang VIP, semua orang bisa duduk bersama, makan bersama) dan juga melihat semangat gotong royong.

    Uniknya, di Vietnam juga ada tata cara makan seperti ini. Acara makan bersama ini adalah salah satu dari sekian banyak prosesi festival tradisional masyarakat Cham dimana festival ini biasanya diadakan di pagi hari setiap tanggal 25 September. Atau hari ke-30 di bulan ke-6 kalender masyarakat Cham. Festival ini juga dihiasi dengan tarian dan permainan rakyat juga demonstrasi pembuatan kain tenun brokat dan tembikar.

  12. twitter @mayasar2 fb : Maya Nirmala Sari Heriyanto

    Perayaan yang akan saya ceritakan bukanlah sebuah perayaan besar tahunan yang dihadiri ribuan orang. Tetapi perayaan ini sangat lekat dalam tradisi adat jawa dan dapat di jumpai hampir SETIAP HARI di kampung saya, kecamatan Negemplak Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Namanya : BANCAKAN, atau bisa di artikan sebagai syukuran.

    Seperti syukuran pada umumnya, latar belakang diadakan bancakan ini bisa apa saja. Bisa kelahiran seorang anak yang di “bancaki” tiap selapanan (35 hari sekali), bisa kesembuhan dari penyakit, bisa karena pindah rumah, bisa karena apa saja. Kadang hanya karena seseorang bermimpi sesuatu lalu besok dia membuat bancakan :)

    Secara teknis tradisi bancakan ini sederhana saja. Yang punya hajat membuat nasi tumpeng dengan sayur mayur di rebus dengan bumbu kelapa parut berbumbu bernama gudangan (seperti urapan sayuran). lalu memanggil anak-anak kecil tetangga sekitar untuk berdoa bersama. Hidangan Nasi gudangan di bagikan dalam wadah pincuk daun pisang. Selesai. Sederhana bukan?

    Tapi ketika di pelajari lebih dalam, banyak sekali filosofi dari tradisi ini. Jenis sayur yang di gunakan membawa makna yang berbeda-beda. bentuk-bentuk pincuk juga ada aturan tersendiri. Aduh, saya harus belajar lagi kalau ingin menceritakan tentang ini. Kapan-kapan saja yaa..

    Berikut ini video tentang tradisi Bancakan di desa saya :)

  13. Nama : Mechta Deera
    FB : https://www.facebook.com/mechta.deera
    Blog : http://mechtadeera.wordpress.com
    Domisili : Pekalongan.

    Perayaan Syawalan di Kota Pekalongan selalu seru. Sering juga disebut Tradisi Krapyakan karena berlokasi di Kelurahan Krapyak Kota Pekalongan atau disebut juga Tradisi Lopisan, dengan acara utama pemotongan lopis raksasa. Tahun lalu, salah satu lopis raksasa itu setinggi 213 cm, lingkar luarnya 232 cm dan beratnya 1.123 ton. Wow, bukan ? Sebenarnya inti acara ini adalah menjalin silaturahmi, karena pada saat perayaan syawalan itu ( sepekan setelah hari Raya Iedul Fitri ) rumah-rumah penduduk di Krapyak terbuka untuk tamu-tamu baik itu keluarga, teman maupun kerabat lainnya, saling bersilaturahmi dan menu utama yg disajikan adalah Lopis dan Lotis buah. Selain itu, seringkali pada masa syawalan ini dilakukan pembuatan balon-balon raksasa sehingga tak heran bila langit Kota Pekalongan pada masa itu bertaburkan balon-balon yang mengangkasa… Ceriaa… Itulah perayaan khas Syawalan di Kota Pekalongan. Yuuk, tahun depan menyaksikan langsung di kota kami… :)

  14. Nama : Sofhy Haisyah
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Domisili : Maros, Sul-Sel

    Hay kak, salam kenal dan akuu ikutan GA-nya yaa~~

    Perayaan unik di daerah yaa.. Hmmm, kalo di daerahku sendiri, perayaan unik yang masih bisa sering dilihat dan disaksikan (belum langka) itu pas acara pernikahan. Seperti :

    Mappacci, itu prosesi yang dilakukan pengantin sehari sebelum akad nikah dimulai. Dalam prosesi ini para undangan (biasa orang-orang tua) memberikan restunya kepada mempelai menggunakan daun pacar. Tujuannya sih, katanya untuk membersihkan dosa. Oh iya, untuk prosesi mapacci sendiri, yang pernah dan selalu aku liat itu mempelai wanitanya saja, gak tau deh yang mempelai pria caranya sama atau nggak.

    Lalu, kadang acara pernikahan tersebut digabung juga dengan acara khitanan perempuan, namanya makatte. Aku menggunakan baju bodo (baju khas suku Bugis) waktu itu. Jadi pas pengantinan tanteku aku jadi pasappi (pengiring pengantin) dan ikut makatte itu. Aku sendiri masih ingat moment itu, apalagi pas nenek yang makatte itu menaruh beras di kepalaku terus ada ayam yang patuk beras yang dikepalaku itu.

    Sedangkan perayaan untuk segala lapisan masyarakat itu ada :

    Perayaan pesta panen mappadendang. Mungkin hampir sama dengan daerah lain, ada tarian dan nyanyian dengan alat musik dari alu. Tapi yang uniknya, setelah prosesi ini dilanjutkannya dengan tradisi adu betis antar para lelaki.

  15. Pengen ahh sama 9 Summers 10 Autumns-nya :D Ijin ikutan yah kak ;)

    Nama: Dian Maharani
    Twitter: @realdianmrani93 [https://twitter.com/realdianmrani93]
    Facebook: Dian Maharani Neomu Yeppeo [https://www.facebook.com/dian.maharani.nmyp]
    Blog: realdianmaharani.wordpress.com
    Domisili: Bengkulu

    ‘Perayaan unik di daerahmu?’ Hmm, Festival Tabot pastinya :D Sebelumnya, saya sudah pernah buat postingan tentang Festival ini diblog saya. Yuk kunjungan yuk https://realdianmaharani.wordpress.com/2014/12/20/festival-tabot-bengkulu-1-10-muharram/
    Baiklah, saya akan bercerita singkat mengenai Festival ini. Tabot adalah upacara tradisional masyarakat Bengkulu untuk mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala (sekarang wilayah Irak) pada tanggal 10 Muharram 61 Hijriah (681 M). Istilah Tabot berasal dari kata Arab Tabut yang secara harafiah berarti “kotak kayu” atau “peti”.
    Di Bengkulu sendiri, Tabot telah menjadi salah satu kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Kerukunan Keluarga Tabot bersama Pemerintah Kota Bengkulu setiap tanggal 1-10 Muharram berdasarkan kalender Islam. Kegiatan ini dimulai pada prosesi pengambilan tanah pada malam satu Muharram, hingga arak-arakan Tabot Tebuang (Tabot Terbuang) pada tanggal 10 Muharram. Selama sepuluh hari perayaan festival selain pasar malam, biasanya beragam kesenian daerah Bengkulu ditampilkan dan dilombakan, seperti lomba tari kreasi Tabot, lomba ikan-ikan, dan lomba telong-telong. Lomba tari kreasi Tabot adalah lomba yang menampilkan tari kreasi yang memadukan tiap gerakan para penari dengan ritual Tabot. Lomba ikan-ikan adalah lomba dimana pada kegiatan ini peserta akan membawa ikan dalam bentuk besar, yang telah dibuat sebelumnya menggunakan triplek membentuk sebuah ikan. Sedangkan lomba telong-telong adalah lomba lampion berukuran besar. Telong-telong, mungkin berasal dari kata Tengloleng atau Lampion dalam bahasa Cina.
    Nah, kalau mau merasakan langsung festival ini, luangkan waktu pada tanggal 1-10 Muharram untuk mengunjungi Bengkulu, ya ^^v

    Untuk menguatkan ‘cuap-cuap’ saya di atas, saya serta link foto untuk meyakinkan khayalan teman-teman akan Festival Tabot ini :D *untuk foto tari Tabot yang saya ambil blur semua, maklum pake kamera HP* *ini dokumentasi pribadi*
    1. Lomba ikan-ikan

    ikan joget-joget ㅅ.ㅅ hoit hoit #festival #tabot #bengkulu #indonesia #2014

    A video posted by Dian Maharani (@realdianmrani93) on

    2. Lomba telong-telong
    https://realdianmaharani.files.wordpress.com/2014/12/1000272_10200555377600413_832579580_n.jpg?w=585&h=439
    3. Arak-arakan Tabot Tebuang
    https://realdianmaharani.files.wordpress.com/2014/12/385849_2158414733412_627818795_n.jpg?w=585&h=439

  16. Nama: rinta adita
    Twitter: @rintadita
    Blog : http://malesmandi.com
    Domisili : Malang – Jakarta – Bekasi

    Perayaan paling terkenal di kota Malang adalah Festival Malang Tempo Doeloe atau Festival Malang Kembali yang biasa digelar di bulan April/Mei setiap tahunnya untuk memperingati ulang tahun kota Malang. Festival Malang Tempo Doeloe ini dimeriahkan oleh penampilan berbagai kesenian khas Malang seperti tari topeng Malangan, ludruk, jaranan dan kesenian keroncong. Selain kesenian, juga ada puluhan makanan tradisional khas Malang yang disediakan di stand-stand penjualan. Festival ini biasanya digelar di sepanjang jalan protokol kota Malang, dimana warga Malang dan pengunjung dari berbagai kota tumpah ruah turun ke jalan untuk dapat merasakan suasana tempo dulu di jalanan yang seolah disulap menjadi museum sementara. Untuk lebih menghayati suasana tempo dulu, pengunjung juga disarankan memakai pakaian tradisional seperti kebaya encim, atau pakaian-pakaian setelan pejuang.

  17. Walaupun dah lewat tanggal gak apa ya bang? :D

    Di Aceh ada namanya Pekan Kebudayaan Aceh (PKA). Di festival ini ke 23 kabupaten se-Aceh memamerkan kebudayaan khas daerah masing-masing selama 10 hari. Pertandingan geulayang tunong atau biasa dikenal dengan adu layangan, merangkai sirih bagi kaum Hawa, pertunjukkan seni, sampai prosesi pernikahan adat ditampilkan dalam balutan Islam lembut namun merancak. Di sini pula adat-adat klasik yang hampir dilupakan akan dipertontonkan.

    Bahkan hewan yang berasal daerah masing-masing juga didatangkan! Sewaktu acara pembukaan diadakan long march di seputaran Kota Banda Aceh, Ibukota Provinsi Aceh, tempat Pekan Kebudayaan Aceh di helat dan tentu saja hewan-hewan itu turut dipertontonkan, termasuk Kuda Gayo yang kekar itu!

    Pekan Kebudayaan Aceh ini sendiri terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2013 lalu. Awalnya dihela pada 1958 dan diadakan 4 tahun sekali, namun karena perkara konflik dan peristiwa Tsunami, festival kebudayaan ini pun tidak selalu bisa dihadirkan tiap 4 tahun sekali.

Leave a Reply | Ada Komentar? :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s