Year

2015
Seperti yang aku ceritakan sebelumnya pada postingan Seperti Apakah Belajar Menyelam Itu? adalah susah-susah gampang. Namanya juga belajar, saat diberi arahan oleh instruktur, tentu harus benar-benar diperhatikan dan konsentrasi. Tapi lagi-lagi yang namanya belajar pasti ada saat-saat ketika pikiranmu meninggalkan tempatnya dan terbang entah kemana. Seperti yang pernah aku alami, ketika disuruh buoyancy di dasar kolam, malah timbul...
Read More
Keinginan untuk belajar menyelam itu sudah datang sejak lima tahun yang lalu. Ketika aku masih seorang buruh kantoran yang punya uang tapi tak punya waktu luang. Namun ‘hidayah’ itu justru benar-benar merasuki ketika aku tidak lagi bekerja dan harus mengirit setiap pengeluaran. Saat itulah salah satu ‘hutang’ ini menagih untuk kulunasi. Selain tekad yang dikuat-kuatkan, tak...
Read More
Masih banyak orang mengira Pare sama dengan Parepare. Padahal dua kota ini berada di tempat yang berbeda dan saling berjauhan. Pare berada di Jawa Timur sedangkan Parepare di Sulawesi Selatan. Namun keduanya terlihat dekat di peta. Seperti mantan, jauh di mata dekat di hati. #ehgimana? Pare bagi sebagian orang dikenal dengan julukan English Village atau...
Read More
Jalan-jalan di Danau Toba kemarin itu aku terus-terusan mengulangi kebodohan yang sama. Malas bertanya dan sok tahu. Seperti ketika kesasar mencari Makam Raja Sidabutar pada hari pertama dan kedua, setelah sarapan di sebuah warung Padang, dengan yakin aku membawa motor terus ke arah barat tanpa melihat petunjuk jalan. Sampai akhirnya benar-benar yakin aku sudah terlalu...
Read More
Selain digunakan untuk jalur pintas penyeberangan ke Parapat, danau Danau Toba juga dimanfaatkan untuk banana boat, jet ski, dan cebar-cebur lucu di pinggiran. Selebihnya dipakai untuk kebutuhan hidup sehari-hari oleh warga seperti mencuci, mandi, dan mencari kepiting, udang, dan ikan. Pemandangan ini baru bisa aku saksikan saat menyeberang ke Parapat dari Tuktuk. Share this:Click to share...
Read More
Situs Parulubalangan Kursi Batu Sira Situs ini adalah salah satu peninggalan tertua dari Raja Siallagan yang letaknya tak jauh dari Tuktuk. Namun situs yang aku kunjungi ini belum begitu terkenal dibandingkan Hatu Siallagan di Ambarita. Karena situsnya sendiri baru dibuka untuk umum sekitar satu tahun yang lalu. Jika situs Hatu Siallagan nyaris tanpa pohon peneduh,...
Read More
Gelap, sepi, dan mencekam adalah kesan pertama ketika aku keluar dari mobil dan menapakkan kaki di tanah Dairi, Sumatra Utara. Saat itu hari masih sangat dini. Pukul 3 pagi. Berbagai jenis pikiran buruk melintas di benak yang segera aku tepis. Kutarik ke dua sisi jaket lebih rapat lalu bergegas mengangkat ke dua ranselku dan berjalan...
Read More
Sebagai blogger kampung daerah berjumpa dengan penulis idola adalah kejadian langka. Ketika kesempatan itu datang, tak hanya berjumpa tapi juga menimba ilmu travel writing dari sang idola rasanya seperti mendapat durian runtuh. Apalagi berjumpa dengan seorang Agustinus Wibowo, yang buku-bukunya ditulis dengan amat personal. Bincang-bincang Travel Writing bersama Agustinus ini diadakan dalam acara Smesco Netizen...
Read More
Waktu itu subuh pukul 5 ketika Kereta Wisata yang kami tumpangi tiba di Stasiun Semarang. Aku menengadah dan menyaksikan pijar bintang Kejora di ufuk timur. Sinar matahari masih berupa pendar jingga, ungu, dan biru di atas cahaya lampu penerang di jalur rel. Banyak penumpang yang turun, namun suasana stasiun tak lantas menjadi ramai. Semua berjalan...
Read More
Suatu hari, aku pernah membuat janji mengunjungi Lombok menjumpai teman-teman yang kujumpai di Pare, Kediri. “Kapal penyeberangan dari Bali cuma 4 jam,” jelas Kak Hani. “Nanti kalian bisa menginap di rumah saya. Saya bawa jalan-jalan dan saya masakin makanan khas Lombok,” begitu janjinya pada saya dan teman-teman sambil berusaha menahan genangan air mata di antara kelopak matanya. Dan...
Read More
The sun, it connects us from day to night. From the light to the dark. The ruin, it connects me back to the memories of almost 11 years ago when the tsunami destroyed our homes. See more of others’ submissions to the Daily Post Weekly Photo Challenge on: "Connected."
Pantai Lhok Mata Ie yang kini ramai dikunjungi setiap akhir pekan dan hari libur ini tetap menyenangkan untuk disambangi. Perjalanan ke pantai ini memakan waktu kurang dari satu jam. Kita bisa snorkeling atau leyeh-leyeh santai saja di pinggir-pinggir batu menikmati semilir angin. Lhok Mata Ie adalah salah satu tempat ‘melarikan diri’ favoritku jika di Banda Aceh...
Read More
1 2 3
%d bloggers like this: