Kompleks perumahan ini jaraknya dari kosku mungkin sekitar 11 kilometer. Lumayan jauh. Apalagi ketiadaan kendaraan pribadi dan umum yang melewati perumahan baru ini. Jadi kalau tiba-tiba ngidam shabu-shabu atau dimsum, aku harus nyari tebengan dulu. Mengajak teman yang hobi makan tentu satu-satunya opsi untuk bisa mencicipi menu kesukaan. Andai saja ada jasa layanan antar makanan di kota ini tentu hidupku akan semakin mudah.

Jayden’s Shabu & Dimsum namanya. Restoran yang baru dibuka beberapa hari ini masih soft opening. Ada diskon 15%. Aku memesan seporsi shabu-shabu. Piring ceper besar tiba di meja dengan susunan jamur, kangkung, udang, daging ayam, tahu, bakso, dan beberapa sayur lainnya. Gelegak kuah tomyam dari dalam panci menyebarkan aroma lezat yang menggugah selera. Hati-hati aku memindahkan makanan mentah dari dalam piring ke dalam panci memakai sumpit. Perutku makin keroncongan.

Bergo. Makanan khas Bangka Belitong.

Sambil menunggu matang, kubiarkan perut bersabar sebentar dan aku tiba-tiba teringat ke Bergo, makanan khas Bangka Belitong, yang lezat. Yaelah, makanan sudah ada di depan, masih teringat dengan yang lain. Tapi memang, kelezatan Bergo selalu bikin ketagihan. Pertama kali mencoba Bergo itu di Pulau Belitong, 8 jam dari Pangkalpinang, menyeberang lautan dulu. Tapi sekitar dua minggu yang lalu aku menemukan sebuah warung baru buka yang menyediakan Bergo dalam menunya. Setelah dicoba, ternyata rasanya juga mengejutkan. Kuah santannya yang gurih dicampur dengan butiran-butiran daging kepiting lezat. Kulit bergo yang terbuat dari tepung beras juga mengenyangkan. Paslah buat sarapan atau makan siang.

Ingatan tentang kelezatan Bergo segera meluntur setelah sesendok suapan pertama kuah tomyam berisi udang menghangatkan mulutku. Rasa nano-nano tomyam menyerang semua bagian lidah, membuat lidahku bergoyang tak mau berhenti menyendok daging, lalu jamur, lalu sayur. Β Sayang rasanya kurang pedas. Namun rasa shabu-shabu ini lumayan enak, kok. Nikmat yang ikut mengenyangkan. Apalagi kemudian hujan turun selebat-lebatnya. Tepat ketika aku menepuk perut dan menutup pintu mobil.

Bagi perantau sepertiku, ketika musim hujan seperti sekarang, jasa antar makanan jelas amat membantu. Aku teringat pada sebuah moment Path seorang kawan yang ngekos di Jakarta tentang jasa antar makanan Foodpanda. Andai mereka juga buka cabang di Pangkalpinang, pasti para perantau dan pekerja kantoran yang malas keluar rumah atau kantor tidak perlu lagi repot-repot keluar makan hujan-hujanan. Cukup pilih menu via website atau aplikasi dari hp, masukkin alamat dengan rinci, terus siapin duit buat bayar pas makanannya datang atau bisa bayar online juga. Gampang sekali kan ya? Saat ini Foodpanda sudah tersedia di beberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Bandung, Bogor, Depok, Jakarta, Makasar, Tangerang, dan Bekasi. Iyah, Bekasi! Harusnya Pangkalpinang bisa segera menyusul dong? πŸ˜€

Author

21 comments

  1. Hoo… saya yang anak Jakarta aja nggak tau foodpanda, Mas. Baru tau setelah baca tulisan ini, hehe. Thanks infonya, ya! *loh?*
    Tenang, saya bantu supaya foodpanda cepet ada di Pangkalpinang. Dengan doa. Hihihi! *brb cari tempat makan*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.