Lakukan 3 Hal Mainstream Ini di Pulau Lengkuas

Melanjutkan cerita perjalanan ala turis abal-abal cilet-cilet dari tulisan sebelumnya, supaya tidak kepanjangan, catatannya kubagi menjadi dua bagian. Ini adalah bagian kedua perjalanan kami island hopping di Pulau Lengkuas. Berikut adalah tiga atraksi wajib yang dilakukan banyak orang berkunjung ke Pulau Lengkuas:

Snorkeling dan selfie underwater

Baling-baling kapal kembali membuncah air laut dan bergerak menjauh dari Pulau Burung. Semakin jauh hingga pondok berdinding batu bekas penginapan itu terlihat hanya titik kelabu di antara rimbun hijau dedaunan. Kapal kami berhenti di antara beberapa kapal lain di dekat Pulau Lengkuas. Penumpangnya sebagian sudah terjun ke dalam laut dengan mengenakan pelampung oranye. Masing-masing mulut menggigit alat snorkeling dan mata tertutup goggle berbagai warna. Kulit muka mereka tertarik ke belakang karena ikatan tali goggle yang terlalu ketat membuat bentuk muka mereka terlihat lucu. Aku pun ikut terjun setelah memasang alat snorkeling di muka. Kehadiranku yang tiba-tiba ke dalam laut mengejutkan kawanan ikan zebra (?) yang berpencar ke segala arah.

Kondisi terumbu karang di Pulau Lengkuas. Banyak yang patah dicabut manusia dan terkena tali sauh kapal.

Pemandangan bawah di Pulau Lengkuas lumayan memanjakan mata. Selain padang terumbu karang yang luas, keanekaragaman ikan yang hidup di sana, meski tak begitu banyak tapi lumayan menghibur. Entah karena  populasi ikannya memang sedikit atau karena penangkapan untuk dijadikan ikan hias. Namun bagi pencinta laut, berenang-renang di dalam beningnya air laut yang biru tentu pengalaman yang menyenangkan. Tapi ada satu hal yang paling aku suka selama snorkeling di sini, yaitu menyelam ke dalam air untuk menatap permukaan laut yang berkilau-kilau karena pantulan cahaya matahari. Aku harus mengambil nafas banyak sebelum menyelam. Kugerakkan kaki agar dapat meluncur secara tegak lurus ke dalam air dan bergerak hingga badan horizontal di kedalaman dua meter. Aku membalikkan badan memunggungi dasar laut sambil terus menggerakkan tangan mendayung dari bawah ke atas supaya posisi tetap stabil. Tanpa sadar, aku sudah mengganggu gerombolan ikan-ikan seukuran korek api yang meliuk-liuk lincag memamerkan sisik berwarna silver berkilauan. Gerombolan ikan ini berpencar di kedua sisi kanan dan kiriku kemudian secepat kilat bergabung kembali membentuk bola raksasa. Makin takjublah aku melihat pemandangan ini dari bawah sana. Jika matahari tak tertutup awan, cahayanya akan semakin kuat menimpa riak di permukaan dan menciptakan bayangan-bayangan di dasar laut. Mungkin kebanyakan orang tak begitu memerhatikan hal ini dan menganggapnya biasa saja. Namun bagiku, ini ‘WOW’ sekali!

Sesi snorkeling dan bermain dengan ikan-ikan ditutup dengan selfie underwater. Segala gaya, trial and error dilakukan untuk mendapatkan foto underwater yang bagus. Tak peduli lagi mata sudah semakin merah atau kesedak air asin karena kelamaan di dalam air.

Selfie underwater is a must! (Foto kredit pada Veronica)

Naik mercusuar

Keindahan pantai di Pulau Lengkuas juga dapat disaksikan dari atas ketinggian. Kami menaiki mercusuar peninggalan Belanda yang tingginya sekitar 70 meter dengan mendaki tangga yang melingkar di dinding dan menghubungkan 18 lantai dalam mercusuar. Sebuah lampu kaca besar berada di dalam ruangan kaca pada puncak menara. Pada sisi luar terdapat teras dengan pagar setinggi dada. Kita bisa melihat panorama pulau dengan lebih luas. Keindahan pantai pasir putih yang berbentuk semenanjung menyeruak ke laut. Terumbu karang dan bebatuan di dasar laut tampak sebagai bayang-bayang hitam. Kapal-kapal lalu lalang membawa turis yang selesai snorkeling ke daratan atau yang berangkat pulang kembali ke Tanjung Kelayang atau Tanjung Binga.

Mandi di Telaga Bidadari

Entah bagaimana sejarahnya asal nama Telaga Bidadari ini disematkan untuk kolam air laut dengan dinding yang terdiri dari susunan batu granit ini. Telaga berair bening ini tak begitu dalam, hanya setinggi dada dan agak sempit. Lokasi ini lumayan populer di kalangan pengunjung lokal untuk bermain-main air sambil ngobrol, dan….selfie.

Konon bisa melihat putri cantik jika diteropong dari balik viewfinder kamera sebelum berendam di Telaga Bidadari. (Foto: Veronica)

Demikianlah tiga hal paling mainstream yang bisa kamu lakukan dan sudah kami lakukan selama di Pulau Lengkuas. Sebenarnya ada banyak hal menarik lain yang tidak mainstream yang patut dicoba. Seperti berkeliling pulau atau.. mencari lengkuas misalnya? Kalau ketemu lengkuasnya, please komen di bawah. :D

18 thoughts on “Lakukan 3 Hal Mainstream Ini di Pulau Lengkuas

Leave a Reply | Ada Komentar? :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s