Sebulan yang lalu, sepulang kerja dari Lhok Sukon, aku mengunjungi kompleks makam kerajaan Pasee di Geudong. Sambil duduk di lantai di dekat makam Raja Malikulsaleh, aku ditemani seorang bapak tua penjaga makam. Di sisi kiri bertaburan batu-batu nisan. Permukaannya telah bercorak karena ditumbuhi lumut.

Berdua dengan si bapak, sama-sama diam. Suasana hening. Mataku melihat ke batu-batu nisan lekat-lekat. Ada apa di bawah sana? Apa yang sudah terjadi sampai mereka mati? Dan mengapa jasad mereka dimakamkan di samping makam raja?

Nisan mereka hanya batu-batu kasar tak berukir. Tak bernama. Tak dikenali.

Kurasa sunyi sekali di dalam sana.

Author

5 comments

  1. Mungkin itu makam pengawal-pengawalnya bang
    *sok tau

    “Nisan mereka hanya batu-batu kasar tak berukir. Tak bernama. Tak dikenali” –> sedih bacanya 🙁

  2. Weleh weleh.. Begini ya.. Ketika Orang Berilmu memberikan Ilmunya hanya ada 1 Kalimat “Semoga ilmu itu Berguna Untuk Orang Lain”.. 🙂

  3. Pernah ke NTT ga? Makam2 kebanyakan bersebelahan dg perumahan atau malah satu lokasi dg perumahan. Mereka percaya, makam itu ya rumah juga. Jadi, ga ada nuansa sepi dan dingin dan ngeri. Malah sibuk sekali. Atau ke jakarta deh. Ke pemakaman Cina. Kan makamnya gede2, terus ditempatin sama pemulung2 yg ga punya rumah. Aku pernah ke Banjarmasin, ada makamnya orang paling kaya di Banjarmasin. Astaga, makamnya itu RUMAH. serius, sebesar RUMAH. Terus pernah liat makam raja2 di Cina (di tivi tapi), ini lebih A.S.T.A.G.A karena besarnya ya se istana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.