Kalau Laskar Pelangi menjadikan pohon Akasia sebagai markas besar mereka waktu SD dulu maka kami menjadikan pohon Waru sebagai markas besar ketika kami di kelas 6 SD. Pohon ini tumbuhnya tepat di samping kelas. Jadi setiap pagi, istirahat, atau gotong royong pasti kami sekelas nongkrongnya di dekat-dekat dengan pohon ini. Ada-ada saja yang dikerjakan disana. Mulai dari membahas pelajaran, mengerjakan PR, makan, bermain sampai tidur pun juga bisa.

Di samping ini adalah sekolah saya. SD Negeri 6 Labuhan Haji. Kelas 6 adalah yang paling kanan dan pohon waru itu tumbuh di sampingnya. Dari foto terakhir ini pohon kenangan itu sudah tidak ada lagi. Bahkan akarnya pun tidak kelihatan lagi.:(

Pohon Waru tersebut sangat rindang. Dan pohonnya tumbuh tidak tinggi. Karena satu meter dari pangkal pohon, batangnya itu melengkung membentuk semacam jembatan dan bisa tidur-tiduran di atasnya. Pohon ini memang sangat multifungsi. Selain sebagai tempat nongkrong anak-anak kelas 6, daunnya juga sering dimanfaatkan guru-guru  ketika menjelang hari raya untuk dijadikan pembungkus tape.

More about this tree. Click here.

Author

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.