Belok kanan, Takengon!

Takengon

20 Mei 2008

Takengon. Ini merupakan perjalanan panjangku yang kedua kalinya setelah Pulau Banyak (Aceh Singkil) beberapa bulan lalu.

Ini juga menjadi perjalanan yang paling berani aku lakukan karena mengendarai motor dengan rute dari Meulaboh – Banda Aceh – Bireuen lalu sampai di Takengon yang aku lakuin sendirian. Aku hanya ditemani oleh seorang anak laki-laki berumur 15 tahun yang menumpang naik dari Gunung Aneuk Manyak ke Geumpang. Itu hanya kurang dari satu jam perjalanan. Cukup membantu sih, ada yang memanggul backpack. Thanks to Ijoel.

Aku masih saja merasa takjub dengan apa yang sudah aku lalui. Melewati beberapa Kabupaten yang sebelumnya hanya dapat kubaca namanya di koran.

Ga terhitung berapa kilometer yang sudah terlewati. Semuanya seperti..a miracle? Aku ga tau gimana mengungkapkan perasaan ini. Ga ada kata-kata yang bisa mengekspresikannya.

Berada di bagian provinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang paling tengah tercinta ini, aku merasa..hmm..apa ya kata-kata yang cocok?

Unbelievable? Yap!

Aku masih percaya ga percaya kalo aku sudah berada di sini melihat kota Takengon, danau Laut Tawar, Gua Putri Pukes dan patungnya yang melegenda itu, jadi timbul tanda tanya : “ih, aku di Takengon? Gila ya?!” Tapi..Sebenarnya bukan hanya karena terpesona dengan keindahan alam kota dingin ini namun juga karena perjalanan yang aku tempuh dan energi yang aku keluarkan untuk itu. Semuanya benar-benar luar biasa, amazing! Backpakcing pertamaku dengan motor dan melintasi gunung-gunung, jalanan berkerikil yang sangat berbahaya, lintasan yang curam dan tajam, beberapa kali nyaris kecelakaan, dan aku melewati berbagai hal-hal lainnya tanpa ada yang menemani. Aku sendirian dan hanya bertemankan Peta Aceh, HP, ransel yang segede hantu, dan motorku yang paling setia pastinya. Fuhh..

Mungkin ini terlalu berlebihan bagi orang lain ya. Tapi buat aku perjalanan ini, momen ini merupakan salah satu perubahan dan gerakkan terbesar dalam hidup aku. Perjalanan seorang diri menuju daratan tinggi Aceh yang sekalipun belum pernah ku injakkan kakiku di sana adalah tindakan paling berani dan ternekad. Aku sendiri masih heran dari mana datangnya keberanian itu dan kenapa baru muncul sekarang?

Hm..Bisa jadi karena terinspirasi dari novel Traveler’s Tale dan Edensor (Andrea Hirata). Tapi kesukaanku untuk backpacking diawali ketika ada urusan dinas akhir tahun 2006 lalu ke Pulau Simelue (Sinabang) dan akhirnya aku sangat antusias ketika diberangkatkan lagi. Ternyata bepergian itu sangat nikmat sekali. Luar biasa serunya. Itulah awal aku menjadi cinta backpacking.

Lain waktu aku ingin kembali lagi ke Takengon dan ingin mengeksplore beberapa tempat lainnya yang belum sempat aku liat. Seperti Loyang Koro dan pemandian air panas. Sebenarnya sih bisa aja aku ke tempat-tempat itu, tapi gara-gara kenaikan harga BBM yang menyebabkan kelangkaan Bensin di sana membuat aku harus menyudahi perjalananku. Tapi next time, aku akan kesana lagi dan merasakan sisi hangat dari Takengon.

Aku berharap, aku punya kesempatan lagi untuk mengunjungi kabupaten-kabupaten Aceh lainnya seperti Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Aku mau mengucapkan terima kasih banyak kepada Al dengan foto-foto Takengon yang membuat aku
mengambil keputusan dengan melakukan perjalanan ini. Untuk Dika untuk semua mimpi-mimpi itu, Husni untuk malam yang menyenangkan, Iwan untuk saran-sarannya, Amet untuk informasi pentingnya, Ijoel (hope to see you again), seseorang yang aku ga tau namanya di Bireuen untuk our last conversation, untuk Yuli juga…makasih ya Buk..semoga aja kalian membaca ini atau ada orang lain yang membacakan..Terima kasih untuk semuanyaaa….

Tunggu perjalananku selanjutnya ya..Tetap standby di pos masing-masing..i love you guys..

Untuk foto-foto, silahkan buka di situs ini : http://citrarahman.multiply.com/

2 thoughts on “Belok kanan, Takengon!

  1. aq putra takengon, yg lg kul di bna, seperti perjalan yg singkat sekali di takengon, karna masih banyak mistery yg belum terpecahkan oleh pakar siapapun di takengon,,, selain takengon disebut negri di atas awan, tp takengon juga bisa di sebut negri mistik

Leave a Reply | Ada Komentar? :D

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s