Tempat Membaca Favorit

Hampir semua buku yang saya miliki habis dibaca di kamar tidur, tepatnya di atas kasur. Hanya di situlah saya bisa menikmati hampir semua cerita dalam buku yang saya baca. Meski membaca sambil tiduran itu tidak baik, tapi tak ada yang lebih menyenangkan membaca sampai mata terkantuk-kantuk lalu terlelap dengan buku tergeletak di dada.

Dulu ketika saya masih kuliah, saya bisa tidak keluar dari kamar seharian sampai buku yang saya baca tamat. Yang paling parah adalah ketika membaca

Lanjutkan membaca “Tempat Membaca Favorit”

Iklan

Solo Traveling or Group Traveling?

Dulu aku adalah seorang penikmat solo traveling. Yaitu bepergian seorang diri. Tidak dalam grup, berdua, bertiga, tapi sendirian saja. Kesukaan aku ini memunculkan pertanyaan bagi banyak orang yang mengetahui rencana yang akan aku lakukan atau setelah mendengar kisah-kisah perjalananku. Ini cukup aneh bagi mereka. Tak lazim.

Tapi bagiku, melakukan perjalanan seorang diri ini sungguh suatu perjuangan yang nano-nano, banyak rasanya. Karena mulai dari awal hingga akhir, perencanaan, keputusan, dan eksekusi ada di aku semua. Dengan pertimbangan-pertimbangan yang mungkin bersangkutan dengan orang lain juga tentunya. Apapun yang aku lakukan, konsekuensinya aku sendiri yang tanggung. Tak ada teman untuk berbicara. Kecuali yang aku temui di perjalanan. Mungkin ini yang menjadi pertanyaan bagi mereka, apa tak kesepian? Kemudian aku sadar, kesepian adalah teman.

“Travel far enough, you meet yourself.”― David Mitchell, Cloud Atlas
“Travel far enough, you meet yourself.”― David Mitchell, Cloud Atlas

Kepribadian seseorang terbentuk dari apa yang terjadi di masa lalunya. Itulah yang aku sadari kenapa aku lebih senang berangkat sendirian. Pada beberapa perjalanan yang lalu, aku lalui dengan beberapa orang teman yang ternyata tak sesuai dengan harapan. Ternyata benar pepatah yang mengatakan:

Jika kau ingin mengenal seseorang, bepergianlah dengannya.

Paling ganteng sendiri.
Paling ganteng sendiri.

Namun yang terjadi adalah kita (aku) bukan hanya mengenal teman seperjalanan tapi juga makin mengenal diriku sendiri dengan perjalanan bersama mereka. Aku seperti menemukan kepingan-kepingan puzzle yang hilang yang tak pernah aku rasakan hilang. Ternyata bukan mereka yang tak bisa memenuhi harapan-harapanku, tapi akulah yang tak mampu menjadi teman seperjalanan yang baik bagi mereka.

Belajar dari pengalaman masa lalu, aku tak kapok melakukan perjalanan dengan orang lain, bahkan yang belum aku kenal sekali pun. Aku menyimpan semua ekspektasiku pada rupa dan rasa perjalanan yang akan terjadi nanti dan membiarkan perjalanan itu memberi kejutan.

Traveling dalam grup adalah perjalanan yang membuka lebih banyak jendela untuk aku bisa melihat lebih leluasa ke karakter orang yang kutemani selama traveling. Dan aku ketagihan untuk melakukannya lagi.

Bagaimana dengan kamu, apakah kamu tipe traveler yang senang sendirian atau bersama teman-teman?

Melepas Virgin Full Marathon di Jakarta Marathon 2017

Tahun 2016 lalu aku menyesal memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Jakarta Marathon (JakMar) karena harga tiketnya yang sangat mahal. Terlepas dari teknis pelaksanaan JakMar 2016 yang dinilai tidak begitu bagus, tapi membayangkan berlari mengelilingi Jakarta di Lanjutkan membaca “Melepas Virgin Full Marathon di Jakarta Marathon 2017”

Tips Liburan Hemat & Asyik ke Bangka

Provinsi Bangka Belitung memang masih terbilang baru. Setelah 17 tahun daerah kepulauan ini resmi berpisah dari Sumatera Selatan pada 9 Februari 2001, masih saja ada banyak orang Indonesia yang masih belum tahu bahwa Bangka Belitung adalah dua pulau yang berbeda.

Ya. Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Berkat film Laskar Pelangi, Pulau Belitung lebih terkenal dibanding pulau tetangganya yang justru tempat pusat pemerintahan provinsi yang masih sweet seventeen ini. Akibat ekspos yang masif, Belitung menjadi objek wisata yang sangat terkenal di Indonesia dan negara-negara tetangga. Lanjutkan membaca “Tips Liburan Hemat & Asyik ke Bangka”

Menengok Museum Tjong A Fie, Pengusaha Dermawan Asal Tiongkok

Medan memiliki banyak tempat wisata sejarah dan budaya, terutama terkait masa lalunya sebagai area perdagangan kosmopolitan. Jika kamu berwisata dengan kereta api Medan, jangan lewatkan kunjungan ke Museum Tjong A Fie. Tempat ini merupakan salah satu peninggalan sejarah terkenal di Medan yang masih terawat, dan menawarkan wawasan Lanjutkan membaca “Menengok Museum Tjong A Fie, Pengusaha Dermawan Asal Tiongkok”

Kenapa Harus Kamping di Pantai Tanjung Kelayang dan Penyabong – Belitung

Pantai Tanjung Kelayang memang sudah terkenal banget gara-gara film Laskar Pelangi yang booming beberapa tahun lalu itu. Pantai ini sudah menjadi destinasi wajib para turis. Tak ke pantai ini, rasanya belum sah jika ke Belitung. Tapi jika kamu memang belum pernah ke Belitung

Lanjutkan membaca “Kenapa Harus Kamping di Pantai Tanjung Kelayang dan Penyabong – Belitung”

Setoples Nastar di Pulau Pari

Secangkir kopi arabika dan setoples nastar di Pulau Pari. Nikmat hidup mana lagi yang kaudustakan?

Udara dingin menembus jaket abu-abu yang kukenakan saat melintasi jalanan sepi Serang-Tangerang pada dini hari itu. Sepeda motor kukebut sampai lampu jalan terlihat seperti berkelebat di sisi kiri dan kanan jalan. Jika tak terlihat lubang di depan, maka tak kukurangi lajunya. Bukan karena ingin cepat tiba. Tapi aku khawatir hujan turun dan aku bisa terhambat lama karena harus berteduh.

Perjalanan dari Serang ke Muara Angke ini menghabiskan

Lanjutkan membaca “Setoples Nastar di Pulau Pari”