Menelusuri jejak Naga

Akhirnya datang juga….
libur telah tiba..Libur telah
tiba…Hore…Hore…

Setelah janjian yg cukup lama juga yaitu 4bulan sebelum tanggal ini akhirnya kesampaian juga utk berlibur ke Kota Naga atau Tapak Tuan. Pagi jam 9, aku dengan Arfis dan Herman berangkat dari Meulaboh ke Tapak Tuan. Perjalanan yg memakan waktu lebih
kurang 3jam perjalanan ini cukup menyakitkan karena sesampai di sana kami merasa kehilangan pantat dan pegal-pegal karena duduk terlalu lama.
Setelah istirahat sejenak. Kami berjalan kaki ke Tingkat 7 yg terletak 500 meter dari rumah kami menginap. Sabtu sore itu lumayan ramai pengunjung yg datang dan kami menaiki tangga demi tanggal utk sampai ke tingkat pertama. Itu berarti air terjun yg pertama. Kami berhenti sebentar dan foto-foto. Jalan lagi ke tingkat 2, foto-foto lagi dan
akhirnya sampai ke tingkat 6. Kami mandi-mandi disini. Airnya dingin sekali dan dasarnya sangat dalam. Setelah 30 menit berenang, aku dan arfis kecapean lalu memutuskan utk pulang dan istirahat saja. Nah..Keesokan harinya adalah petualangan yg
sesungguhnya..Hanya berdua dengan Arfis, kami bertekad utk bisa mencapai
tingkat ke 7-karena penasaran, kata orang air terjunnya lebih tinggi.
Jadilah kami memulai perjalanan dengan bekal sebotol aqua dan biskuit. Ternyata medan yg harus kami lalui dari tingkat 6 menuju tingkat 7 sangat berbahaya dan jaraknya jauh sekali. Tidak ada jalan setapak atau tangga tapi harus menyusuri batu-batu dan anak
sungai.Bahkan harus memanjat tebing batu yg licin. Tapi semua rintangan itu
jadi tidak berarti dibandingkan dengan suguhan keindahan alam sekitar yg membuat hati merasa tenang dan damai, ditambah lagi dengan kicau burung dan gemericik air di bebatuan sungai. Dinginnya air kembali menyegarkan badan setiap kali membasuh muka.

tingkat 7

Sampai akhirnya pemandangan luar biasa indah terpampang di hadapan kami..Sebuah air terjun yg tingginya sekitar 10 meter seperti membelah batu-batu cadas dan menciptakan kolam dalam berwarna biru di bawahnya. Pohon,burung dan semak dan
seluruh unsur yang terdapat di tempat ini memerankan peranan tersendiri untuk
membuat semua beban selama setahun ini lepas dan lenyap. Semua organ tubuh seolah melepaskan semua kepenatannya dan kejenuhan pada rutinitas selama
setahun terakhir ini juga perlahan-lahan terangkat. Kepala, bahu dan rahangku terasa sangat bebas untuk pertama kalinya.

Selama lebih kurang 1 jam kami berdiam saja di pinggir kolam yang biru, merenungi betapa indahnya ciptaan ini dan aku merasa sangat beruntung dapat menyaksikan ini dan bersyukur untuk itu. Thank you Allah..

Waktu menunjukkan pukul 11.45, kami memutuskan untuk turun saja karena
tidak ada tanda-tanda akan datang pengunjung yg lain ke tempat ini. Kami kembali ke tingkat 5, ada beberapa anak SMA yg mandi dan meloncat dari atas air terjun. Aku pun jadi penasaran untuk mencobanya. Aku berenang ke tebing dan memanjat sampai ke atas..dan..
Oh my God…..!!
Ternyata kalo dilihat dari atas jadinya sangat tinggi sekali. Jantung ku langsung berdetak kencang dan ingin turun saja. Tapi semua mata menatapku menantang menanti aku melompat. Ya Allah,dengan segenap keberanian yg tersisa aku mengambil ancang-ancang dan pijakkan yang pas untuk melompat..dalam hati akupun menghitung 1, 2, 3…

Brussshs..

auo…

Berhasil, berhasil, berhasil…
Aku muncul kembali ke permukaan dan berenang ketepi, masih takjub akan
keberanianku untuk melompat dari atas tebing. Reza dan Bang Iya menyusul kami beberapa menit kemudian dan juga ikut berlompat ria. Reza dengan narcis minta difoto

reza

berbagai gaya yang sok coverboy dengan boxer Tom and Jerry-nya. Herman hanya berperan sebagai fotografer dadakan dan penonton kami yang setia. Arfis kelihatan sangat kelelahan dan hanya duduk saja di tepi kolam.Aku melompat beberapa kali lagi dan foto-foto sebelum kembali ke rumah dan bertolak ke Meulaboh.
Aku dan Arfis sempat berhenti sejenak
di Air Dingin di Sama Dua, hanya sebentar disini karena pengunjung terus berdatangan dan menjadi sangat ramai sekali.
Ini adalah liburan paling berkesan yang pernah aku lalui dan sangat berterima
kasih sekali kepada Allah dan Herman yang telah berbaik hati mengajak kami dan
bersedia menampung kami selama di Tapak Tuan. Terima kasih untuk Bang Iya juga dengan jokes yang menyegarkan dan untuk nenek juga untuk makan malamnya yg enak.
We’ll miss you all guys…