Tak terasa sudah masuk bulan September. Rasanya baru kemarin merayakan ulang tahun negara kita, padahal Agustus sudah lewat 4 hari yang lalu.

Waktu memang tak pernah menunggu. Meski begitu, manusia tak pernah lelah mencintai waktu. Seberapa banyak waktu yang sudah kita hemat? Seberapa banyak pula waktu yang kita relakan pergi?

Pada waktu pulalah kita menaruh harapan-harapan. Kita nantikan ia tiba. Kita rangkaikan harapan-harapan itu pada ujungnya sambil berdoa semoga harapan yang dibawa waktu sesuai pesanan. Jika tidak, ah, masih ada lain waktu. Biarkan waktu yang menjawab.

Author

5 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.