Bermaksud ingin melihat perlombaan dayung sampan di Desa Kurau di akhir bulan Agustus lalu, aku singgah sebentar di Hutan Pelawan yang berlokasi di Desa Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Tak sampai satu jam bersepedamotor dari Kota Pangkalpinang. Hutan lindung dengan luas keseluruhan hampir 250 hektar dan baru dikelola baru 5 hektarnya saja ini selain menjadi paru-paru Bangka Tengah juga menjadi salah satu sumber matapencarian masyarakat sekitar dengan madu dan jamur Pelawan yang terkenal.

Hutan Pelawan juga menjadi sumber makanan utama lebah Pelawan. Madu yang dihasilkan terasa pahit dan konon ada jenis-jenis madunya yang berkhasiat untuk menurunkan dan menaikkan berat badan. Jika berjalan-jalan di kawasan hutan Pelawan, perhatikan papan peringatan keberadaan sarang lebah. Berjalan sebentar saja di dalam hutan ini peluh sudah bercucuran karena suhu udara yang lembab. Jangan lupa membawa air minum yang cukup.

Ada banyak yang bisa kamu lihat di dalam hutan Pelawan ini. Berjalanlah pelan-pelan. Pasang mata dan telinga. Beruntung jika dapat melihat burung berbulu warna-warni yang belum pernah kamu lihat. Atau serangga aneh, tupai dengan bulu tiga warna, bahkan lumut-lumut yang tumbuh laksana karpet menutupi tanah dan kayu mati pun terlihat indah di sini.

Author

16 comments

  1. Sepertinya saya harus cari info soal Jamur Pelawan :heheh. Apa jamur yang cokelat itu dia, yang di foto?
    Lebat hutannya sekilas mirip Aokigahara. Dan bagus juga, sudah dibuat jalan kayu dan jembatannya juga terlihat bagus. Apalagi ada anjungan di atas pepohonan itu, keren sekali. Moga-moga tetap lestari ya (tulisan H&R-nya itu :kidding).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.