Berhari kami menanti sampai tiba juga saatnya menikmati lezatnya seekor lobster atau lahok dalam bahasa Simeulue.

Salah satu isi agenda yang turut saya masukkan dalam kunjungan ke Sibigo dua hari (28/12/08) yang lalu salah satunya juga untuk mencari udang lobster tersebut. Namun gagal karena di sana bukanlah daerah penghasil lahok.

Ketika giliran dua anggota tim kami melakukan pemeriksaan di sebuah PLTD unit di Desa Kampung Aie, yaitu desa yang memiliki banyak kerambah lobster; saya pesan untuk dibawakan seekor lobster. Dan mereka benar-benar tepat janji. Tahun ini saya berhasil menikmati seekor lobster yang kita bagi bertiga.

14

Lahok. Lumayan enak juga, rasanya hampir-hampir sama dengan udang dan kepiting tapi ada sedikit perbedaan rasa yang saya sendiri tidak tahu bagaimana harus menjelaskannya. Hehe…em…mungkin perbedaan rasanya muncul karena nama yang disandangnya dan harganya yang mahal atau….karena lapar? Hahaha…

22

Author

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.