Nah, saya mau melanjutkan lagi cerita saya ketika gowes menuju Danau Geunang Geudong di kecamatan Kaway 16.

Saya menyasar puluhan kilometer dari Pereumbee dan hampir sampai ke Reudeup. Sesuai petunjuk beberapa warga setempat saya harus mengikuti beberapa belokan jalan; yang alhamdulillah sudah beraspal mulus. Cukup membantu saya karena sudah sejam lebih saya duduk di sadel keras itu! Tapi jalanan beraspal itu pun segera berakhir digantikan dengan jalanan berbatu dan mendaki. Saya terpaksa turun dan saat itu juga saya sadar betapa pegalnya paha saya terus-terusan mengayuh sepeda.

Sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah pohon-pohon, kerbau, sapi, sawah, kambing, pabrik bata, tiang dan kabel listrik, semak dan penduduk yang sedang berangkat ke ladang atau kebun. Hehe..tentu saja para gadis-gadisnya yang menarik mata dan hati! Cyamikieeee….

Hiks, sejauh mata memandang…kemanakah tower-tower BTS merah putih itu????

My God……. I’m lost! Again! Saya termangu di kiri jalan. Memandangi persawahan yang sedang disemai. Membiarkan peluh menetes dan sinar terik matahari membakar tengkuk. Kepada siapa lagi saya harus bertanya? Tak ada siapapun di sekitar sini. “Drrrreeeeuuutttt…” Ups..siapa yang kentut? Halah! Bukan, itu suara motor di belakang saya. Seorang bapak baru saja turun dari boncengan dan yang membawa motor pun segera pergi dan melewati saya. Thanks God! Saya mendekati Bapak tadi dan bertanya arah ke jalan raya.

Hm, oke..kali ini saya merekam petunjut-petunjuk si bapak petani budiman tadi dengan lengkap. Lurus, nanti ketemu kios belok kanan. Thanks Bapak petani yang budiman, semoga Allah melimpahkan rezeki yang banyak buat anda sekeluarga. Amin.

Sesuai petunjuk, saya akhirnya menemukan jalan keluar dari kesesatan saya tadi. Lalu tower-tower BTS merah putih itu mulai bermunculan dengan ajaib! Haiah!

Here i go! Jembatan besi buatan Jepang itu pun kelihatan! Hoahhhhh…sungguh ini sebuah petualangan yang tak terperi melelahkan. Berkorban keringat dan nyaris keseleo lidah gara-gara memaksakan diri berbahasa Aceh. (Pue na kah rasa, Citra?) Wekss…

Ahhahahaha…lanjut ke part 3 ya…

Author

0 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.